Pengaruh Intensitas
Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran
IPA Terpadu Kelas VIII Di
SMPNegeri 2 SitubondoTahun Pelajaran 2014/2015
1)Mohammad Faris,2)Drs. Waris,
M.Kes,3)Dwi Nur Rikhmasari, S.Si, M.Si
123) Program
Studi Pendidikan Biologi FP.MIPA IKIP PGRI Jember
Email: Mohammad_faris97@yahoo.co.id
ABSTRAK: Kajian skripsi ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan perpustakaan yang
berkaitan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPATerpadu yang akan
dicapai. Penelitian ini dimaksudkan
untuk menjawab permasalahan: Apakah ada pengaruh intensitas pemanfaatan
perpusatakaan terhadap hasil belajar siswa pada mata IPA Terpadu SMP Negeri 2
Situbondo tahun pelajaran 2014/2015?.Permasalahan tersebut dibahas melalui
penelitian lapangan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Situbondo. Data
penelitian ini diperoleh dengan cara memberikan angket kepada siswa,
dokumentasi, serta melakukan observasi secara langsung di lapangan. Hasil
penelitian ini menyimpulkan bahwa, untuk menguji hipotesis “Pengaruh intensitas
pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar
siswa dalam mata pelajaran ipa terpadu kelas viii smp negeri 2 situbondo tahun
pelajaran 2014/2015” pada taraf
signifikansi 5% dengan ketentuan: df(N)= 57, maka diperoleh r (hitung) = 0.573
dan r (tabel) = 0.256. Sehingga (0.573 > 0.256), dengan demikian r(hitung)
lebih besar dari pada r (tabel).Ini berarti hasilnya adalah ada pengaruh yang
signifikan antara kedua variabel penelitian. Berdasarkan analisis tersebut,
dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi “Ada pengaruh
intensitas
pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar
siswa dalam mata pelajaran IPA Terpadu kelas VIII SMPNegeri 2 Situbondo tahun
pelajaran 2014/2015”dapat
diterima kebenarannya pada taraf signifikan 5%, dan mendapatkan nilai koefisien
korelasi sebesar 0.573.Jika diterapkan pada tabel kriteria penafsiran, maka
termasuk kategori korelasi cukup/sedang, dimana jarak interval menunjukkan (0.400-0.599).Artinya
intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu kelas
VIII SMPNegeri 2 Situbondo tahun pelajaran 2014/2015.
Kata Kunci: Perpustakaan
Sekolah, Hasil Belajar
ABSTRACT: This skripsi is based on the library utilization which is
related to students’ learning output in integrated science course which is
being achieved. This research is aimed to answer the question: Does the
influence of intensity of library utilization influence the students’ learning
output in integrated science course for class VIII students of SMP Negeri 2
Situbondo academic year 2014/2015? The problem is searched through field
research which is done in SMP Negeri 2 Situbondo. The data are collected by
using questionnaire, documentation, and field research techniques. The result
of this research concludes that to examine the hypothesis “the influence of
intensity of school library utilization towards students learning output in
integrated science course for class VIII students of SMP Negeri 2 Situbondo
academic year 2014/2015” on the significance level 5 % with assesment: df (N) =
57, so it obtains r (calculation) = 0,573 and r (table) = 0,256. With the
result that (0,573 > 0,256), thus r (calculation) is more than r (table).
The result shows the existance of significant influence between both of
research variable. Based on the analysis, it can be concluded that the
hypothesis “the influence of intensity of school library utilization towards
students learning output in integrated science course for class VIII students
of SMP Negeri 2 Situbondo academic year 2014/2015” is valid on the significant
level 5%, and it gets correlation coefficient grade 0,573. If it is applied on
the table of interpretation criteria, it is included to sufficient correlation
category, in which the interval shows (0,400-0,599). It means that the
intensity of school library utilization can authentically increase the students
learning output of integrated science course for class VIII students of SMP
Negeri 2 Situbondo academic year 2014/2015.
Keywords: school library, students learning output
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah
proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, serta melalui
proses yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan terjadi melalui
interaksi insani, tanpa batasan ruang dan waktu.Pendidikan tidak dimulai dan
diakhiri di sekolah.Pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga, dilanjutkan
dan ditempa dalam lingkungan sekolah, diperkaya dalam lingkungan masyarakat,
dan hasilnya digunakan dalam membangun kehidupan pribadi, agama, keluarga,
masyarakat, bangsa, dan negara.
Keberhasilan
pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen
pendidikan. Adapun komponen yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan
diantaranya meliputi: sarana dan prasarana, guru, siswa, dan metode pengajaran
yang tepat. Semua komponen tersebut saling berkaitandalam mendukung tercapainya
tujuan yang diinginkan.
Untuk mendukung tercapainya
keberhasilan dalam pendidikan, salah satunya adalah dengan belajar.Keberhasilan
dan kegagalan belajar ditandai dengan prestasi yang muncul setelah melakukan
suatu usaha pembelajaran.Kualitas pendidikan sangat erat hubungannya dengan
hasil belajar. Hasil belajar yang dicapai setiap siswa tidaklah sama, ada yang
mencapai hasil tinggi, sedang, dan rendah. Setiap aktifitas yang dilakukan oleh
seseorang tentu ada faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik faktor eksternal
ataupun faktor internal, demikian juga dalam memperoleh hasil belajar.
Adapun salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi
hasil belajar adalah fasilitas perpustakaan sekolah.Perpustakaan sekolah
sebagai salah satu sarana penunjang siswa, menyediakan beragam informasi yang
sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Menurut Darmono (2007), ”Perpustakaan
sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa
memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan
di sekolah”.
Penjelasan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003,
tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), ”Perpustakaan merupakan sarana
penunjang proses balajar mengajar di sekolah, keberadaanya sebagai salah satu
komponen pendidikan merupakan suatu keharusan”.
Pentingnya
perpustakaan dapat dilihat dari fungsi perpustakaan. Bafadal (2008),
mengemukakan beberapa fungsi perpustakaan sekolah yaitu: 1) fungsi edukaif, 2)
fungsi informatif, 3) fungsi tanggung jawab, 4) fungsi riset, 5) fungsi
rekreatif, yakni perasaan segar dan suasana baru yang ada di perpustakan dengan
membaca berbagai pustaka yang menyenangkan.
Fungsi perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar terlihat jelas,
mengingat proses belajar mengajar modern dengan menggunakan beberapa metode
yang diantaranya: tanya jawab, diskusi, dan lain-lain. Dengan metode tersebut
peranan siswa dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya mendengarkan ceramah
dari guru secara pasif, tapi harus melakukan beberapa kegiatan yang mendukung
tercapainya tujuan belajar mengajar.Para
siswa dapat memanfaatkan sarana perpustakaan untuk digunakan sebagai sarana
referensi belajar.
Di
dalam perpustakaan terdapat berbagai ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh setiap
siswa. Menurut Bafadal (2008),perpustakaan sekolah tampak bermanfaat apabila koleksi
yang ada dimanfaatkan secara optimal dalam memperlancar penerapan tujuan proses
belajar-mengajar di sekolah. Keterkaitan antara
perpustakaan dengan hasil belajar, Sulistyono (2003), berpendapat bahwa
keberhasilan menimba sumber informasi dalam perpustakaan akan banyak
mempengaruhi hasil belajar siswa.
Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran
di sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan
secara sistematis mengarah pada perubahan yang positif,yang disebut dengan
proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar
siswa. Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar
kelas.Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak
belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan
proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar
merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar (Dimyati dan Mudjiono,
2010).
Menurut Sudjana (2010), hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa
setelah menerima pengalaman belajar. Pendapat lain juga menjelaskan bahwa seseorang
dapat dikatakan telah berhasil dalam belajar jika ia mampu menunjukkan adanya
perubahan dalam dirinya. Perubahan-perubahan tersebut diantaranya dari segi
kemampuan berpikirnya, keterampilannya, atau sikapnya terhadap suatu objek,
(Wahidmurni, dkk. 2010).
Dewasa ini berbagai jenis
dan jenjang lembaga pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Timur pada
khususnya diperhadapkan dengan berbagai tahapan, terutama yang berhubungan
dengan masalah rendahnya mutu pendidikan.Salah satu faktor untuk meningkatkan
mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah.
Alternatif yang diupayakan untuk menanggulangi masalah tersebut adalah cukup
berat dan rumit, karena selain memerlukan pemikiran, biaya, dan tenaga yang
cukup besar, hal ini juga karena indikasi penyebab rendahnya mutu pendidikan
tersebut melibatkan banyak faktor dan banyak pihak di dalamnya, antara lain:
faktor guru, faktor sarana dan prasarana pendidikan, faktor kurikulum dan
proses belajar mengajar, faktor orang tua siswa dan masyarakat, faktor biaya
dan kesejahteraan, serta faktor siswa itu sendiri.Dari semua faktor yang telah
disebutkan, di dalam penulisan skripsi ini faktor pemanfaatan sarana belajar
siswa termasuk di dalamnya pemanfaatan perpustakaan sekolah harus ditekankan,
karena sangat berhubungan dengan hasil belajar siswa.
Berdasarkan uraian tersebut
serta kenyataan yang penulis alami, maka penulis mempunyai dugaan yang besar
bahwa rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya
intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, khusunya
dalam mata pelajaran IPA. Ini berarti makin kurang optimalnya siswa untuk
belajar mata pelajaran tersebut, maka cenderung mempengaruhi rendahnya hasil
belajar yang dicapai dalam mata pelajaran IPA. Oleh karena itu kurangnya
intensitas pemanfaatan perpustakaansekolah oleh siswa cenderung mengarah pada
kebiasaan belajar yang kurang baik, yang pada akhirnya akan menghasilkan
prestasi dan hasil belajar yang kurang baik pula.
Berdasarkan permasalahan di
atas, maka penulis merasa sangat perlu untuk mencoba meneliti permasalahan
tersebut.Maka dalam karya ilmiah ini penulis mengemasnya dalam judul “Pengaruh Intensitas
Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Mata
Pelajaran IPA Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 2 Situbondo Tahun Pelajaran
2014/2015.”
METODE
PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam
jenis penelitian ini adalah eksperimental.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan
teknik purposive sampling.Sampel yang akan dijadikan subjek penelitian yaitu
siswakelas VIII.A dan kelas VIII.B SMPNegeri 2 Situbondo.Jumlah sampel yang diambil adalah
sebanyak 57 responden.Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah angket,
observasi,dan dokumentasi.Adapun teknik pengolahan data yang digunakan dalampenelitian
ini adalah teknik korelasi sederhana atau korelasi product
moment,
dengan rumus:
Keterangan :
rXY =Koefisiensi korelasi antara
variabel X dan variabel Y
N =Jumlah sampel yang menjadi obyek
penelitian
ƩXY = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan
skor Y
ƩX = Jumlah dari skor X atau skor angket
ƩY =
Jumlah dari skor Y atau hasil belajar
Hasil
dari perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi product
moment kemudian diinterpretasikan pada penafsiran koefisien korelasi untuk
mengetahui tingkat suatu hubungan atau pengaruh variabel tersebut.
Tabel Interpretasi Korelasi
No.
|
Jarak Interval
|
Kriteria
|
1
|
0,00 – 0,199
|
Korelasi sangat rendah
|
2
|
0,200 – 0,399
|
Korelasi rendah
|
3
|
0,400 – 0,599
|
Korelasi cukup/sedang
|
4
|
0,600 – 0,799
|
Korelasi tinggi
|
5
|
0,800 – 1,000
|
Korelasi sangat tinggi
|
Sumber: Sugiyono (2006)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Dari hasil perhitungan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh r (hitung) =
0,573. Untuk mengetahui ada tidaknya signifikansi dari hasil perhitungan
tersebut, maka r (hitung) harus dibandingkan dengan r (tabel). Dengan db (N) = 57
diperoleh r (tabel)= 0,256 pada taraf 5 %, maka r.hit > r.tab (0,573>
0,256) berarti signifikan. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh intensitas
pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar
siswa dalam mata pelajaran IPA Terpadu kelasVIII SMPNegeri 2 Situbondo tahun
pelajaran 2014/2015, dengan tingkat korelasi cukup/sedang.
Pembahasan
Intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah
memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, karena perpustakaan mempunyai peran yang besar dalam mendukung
proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaraan yang telah ditetapkan dapat
tercapai.Perpustakaan juga mempunyai pengaruh terhadap pencapaian hasil belajar
siswa, kemampuan membaca, dan kemampuan belajar mandiri.Oleh karena itu pemanfaatan
haruslah dioptimalkan oleh seluruh pihak sekolah, khususnya oleh siswa agar
tercapai hasil belajar dan tujuan pendidikan yang diinginkan.
Jika
dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah
memberikan konstribusi yang sangat penting dalam upaya meningkatkan aktivitas
siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Melalui penyediaan
perpustakaan, siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik
maupun mental dalam proses belajar. Disamping itu dalam pelayanan
perpustakaan dan penyediaan bahan pustaka haruslah ditingkatkan dengan baik,
sehingga siswa merasa nyaman dan mudah dalam mendapatkan bahan ajar yang
diinginkan.
Berdasarkan
temuan-temuan dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Pitaloka
(2005) dan Indriyaningsih (2009), dijelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dalam pemanfaatan perpustakaan
sekolah terhadap prestasi belajar siswa.Hal tersebut
sejalan dengan hasil dari peneitian yang dilakukan peneliti di sekolah tempat
penelitian ini dilakukan.Bahwasanya intensitas pemanfaatan perpustakaan
memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Dengan
memanfaatkan perpustakaan sekolah, diantaranya seringnya siswa berkunjung ke
perpustakaan, mencari referensi dan bahan ajar di perpustakaan, maka siswa akanlebih
berwawasan, kreatif, dan inovatif dalam proses belajar di sekolah.Hal ini
sangat membantu siswa dalam memencahkan masalah belajar yang dihadapi, sehingga
tercapailah hasil belajar dan tujuan pendidikan yang diinginkaan. Hal ini
sejalan dengan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan
olehPitaloka pada tahun 2005 di SMA Negeri 3 Medan
dan Indriyaningsih pada tahun 2009 di SMP Negeri 1 Batusangkar Sumatera Barat
yang menjelaskan bahwa
terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dalam pemanfaatan perpustakaan
sekolah terhadap hasil belajar siswa.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil analisis data penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan mengenai pengaruh
intensitas pemanfaatan
perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada pembahasan
sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan, yaituterdapat pengaruh yang positif
dan signifikan mengenai intensitas
pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa dalam mata
pelajaran IPA Terpadukelas VIII SMP Negeri 2 Situbondo tahun pelajaran 2014/2015.
Hal ini menunjukan bahwa siswa SMP Negeri 2 Situbondo memiliki minat dan semangat untuk memanfaatkan
perpustakaan sekolah, sehingga menimbulkan pengaruh yang erat dengan hasil
belajar siswa. Dengan demikian, semakin tinggi pemanfaatan perpustakaan sekolah
oleh siswa, semakin tinggi pula hasil belajar siswa yang akan diperoleh.
Saran
Berdasarkan
hasil penelitian yang diperoleh serta pembahasan tentang hasil tersebut, maka
penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut:
1.
Untuk lebih
meningkatkan intensitas kunjungan perpustakaan SMP Negeri 2 Situbondo, maka pihak sekolah
harus lebih memperhatikan pada keragaman jenis koleksi bahan pustaka yang
diediakan, agar senantiasa diperbaharui dan dikembangkan menjadi lebih baik.
2.
Meningkatkan kerja
sama antar pustakawan, guru, dan kepala sekolah untuk saling memberi motivasi
kepada siswa agar lebih memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan baik dan
maksimal.
3.
Meningkatkan
frekuensi dalam memberikan tugas-tugas yang berhubungan langsung dengan
pemanfaatan koleksi perpustakaan sekolah agar merangsang siswa untuk berkunjung
ke perpustakaan sekolah.
4.
Selain untuk
meningkatkaan kualitas belajar siswa dalam kaitannya tugas-tugas belajar,
pustakawan dan para guru juga harus dapat lebih memperhatikan dimensi layanan
dan sarana prasarana yang berkualitas, agar siswa merasa lebih nyaman dalam
memanfaatkan perpustakaan sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Bafadal, I. (2008). Pengolahan Perpustakaan Sekolah.
Jakarta: Bumi Aksara.
Darmono.(2007).Memanfaatkan
Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar.Jakarta: PT.
Grasindo.
Dimyati
dan Mudjiono.(2009).Belajar dan Pembelajaran.Jakarta:
PT Rineka Cipta.Undang-undang Republik IndonesiaNomor 20 Tahun 2003. Sistem pendidikan Nasional.Jakarta: CV.
Eka Jaya.
Sudjana, N. (2010).Penilaian Hasil Proses Belajar Mengaja. Bandung: PT. Ramaja
Rosdakarya
Sugiyono.(2006).MetodePenelitian Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Sulistiyono.(2003).Identifikasi
Karakteristik Komponen Pembelajaran. Jakarta:Dirjen Dikdasmen Dinas
Pendidikan.
Wahidmurni. Mustikawan,A. dan Ridho,A.(2010).Evaluasi PembelajaranKompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha
Letera.
No comments:
Post a Comment