Sunday, February 19, 2017

Pengaruh Intensitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran IPA Terpadu Kelas VIII Di SMPNegeri 2 SitubondoTahun Pelajaran 2014/2015



Pengaruh Intensitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran IPA Terpadu Kelas VIII Di
SMPNegeri 2 SitubondoTahun Pelajaran 2014/2015

1)Mohammad Faris,2)Drs. Waris, M.Kes,3)Dwi Nur Rikhmasari, S.Si, M.Si
123) Program Studi Pendidikan Biologi FP.MIPA IKIP PGRI Jember
Email: Mohammad_faris97@yahoo.co.id

ABSTRAK: Kajian skripsi ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan perpustakaan yang berkaitan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPATerpadu yang akan dicapai.  Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: Apakah ada pengaruh intensitas pemanfaatan perpusatakaan terhadap hasil belajar siswa pada mata IPA Terpadu SMP Negeri 2 Situbondo tahun pelajaran 2014/2015?.Permasalahan tersebut dibahas melalui penelitian lapangan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Situbondo. Data penelitian ini diperoleh dengan cara memberikan angket kepada siswa, dokumentasi, serta melakukan observasi secara langsung di lapangan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, untuk menguji hipotesis “Pengaruh intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ipa terpadu kelas viii smp negeri 2 situbondo tahun pelajaran 2014/2015” pada taraf signifikansi 5% dengan ketentuan: df(N)= 57, maka diperoleh r (hitung) = 0.573 dan r (tabel) = 0.256. Sehingga (0.573 > 0.256), dengan demikian r(hitung) lebih besar dari pada r (tabel).Ini berarti hasilnya adalah ada pengaruh yang signifikan antara kedua variabel penelitian. Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi “Ada pengaruh intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA Terpadu kelas VIII SMPNegeri 2 Situbondo tahun pelajaran 2014/2015”dapat diterima kebenarannya pada taraf signifikan 5%, dan mendapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.573.Jika diterapkan pada tabel kriteria penafsiran, maka termasuk kategori korelasi cukup/sedang, dimana jarak interval menunjukkan (0.400-0.599).Artinya intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu kelas VIII SMPNegeri 2 Situbondo tahun pelajaran 2014/2015.

Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, Hasil Belajar







ABSTRACT: This skripsi is based on the library utilization which is related to students’ learning output in integrated science course which is being achieved. This research is aimed to answer the question: Does the influence of intensity of library utilization influence the students’ learning output in integrated science course for class VIII students of SMP Negeri 2 Situbondo academic year 2014/2015? The problem is searched through field research which is done in SMP Negeri 2 Situbondo. The data are collected by using questionnaire, documentation, and field research techniques. The result of this research concludes that to examine the hypothesis “the influence of intensity of school library utilization towards students learning output in integrated science course for class VIII students of SMP Negeri 2 Situbondo academic year 2014/2015” on the significance level 5 % with assesment: df (N) = 57, so it obtains r (calculation) = 0,573 and r (table) = 0,256. With the result that (0,573 > 0,256), thus r (calculation) is more than r (table). The result shows the existance of significant influence between both of research variable. Based on the analysis, it can be concluded that the hypothesis “the influence of intensity of school library utilization towards students learning output in integrated science course for class VIII students of SMP Negeri 2 Situbondo academic year 2014/2015” is valid on the significant level 5%, and it gets correlation coefficient grade 0,573. If it is applied on the table of interpretation criteria, it is included to sufficient correlation category, in which the interval shows (0,400-0,599). It means that the intensity of school library utilization can authentically increase the students learning output of integrated science course for class VIII students of SMP Negeri 2 Situbondo academic year 2014/2015.

Keywords: school library, students learning output

PENDAHULUAN
Pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, serta melalui proses yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan terjadi melalui interaksi insani, tanpa batasan ruang dan waktu.Pendidikan tidak dimulai dan diakhiri di sekolah.Pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga, dilanjutkan dan ditempa dalam lingkungan sekolah, diperkaya dalam lingkungan masyarakat, dan hasilnya digunakan dalam membangun kehidupan pribadi, agama, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen pendidikan. Adapun komponen yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan diantaranya meliputi: sarana dan prasarana, guru, siswa, dan metode pengajaran yang tepat. Semua komponen tersebut saling berkaitandalam mendukung tercapainya tujuan yang diinginkan.
Untuk mendukung tercapainya keberhasilan dalam pendidikan, salah satunya adalah dengan belajar.Keberhasilan dan kegagalan belajar ditandai dengan prestasi yang muncul setelah melakukan suatu usaha pembelajaran.Kualitas pendidikan sangat erat hubungannya dengan hasil belajar. Hasil belajar yang dicapai setiap siswa tidaklah sama, ada yang mencapai hasil tinggi, sedang, dan rendah. Setiap aktifitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik faktor eksternal ataupun faktor internal, demikian juga dalam memperoleh hasil belajar.
Adapun salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah fasilitas perpustakaan sekolah.Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana penunjang siswa, menyediakan beragam informasi yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Menurut Darmono (2007), ”Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah”.
Penjelasan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), ”Perpustakaan merupakan sarana penunjang proses balajar mengajar di sekolah, keberadaanya sebagai salah satu komponen pendidikan merupakan suatu keharusan”.
Pentingnya perpustakaan dapat dilihat dari fungsi perpustakaan. Bafadal (2008), mengemukakan beberapa fungsi perpustakaan sekolah yaitu: 1) fungsi edukaif, 2) fungsi informatif, 3) fungsi tanggung jawab, 4) fungsi riset, 5) fungsi rekreatif, yakni perasaan segar dan suasana baru yang ada di perpustakan dengan membaca berbagai pustaka yang menyenangkan.
Fungsi perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar terlihat jelas, mengingat proses belajar mengajar modern dengan menggunakan beberapa metode yang diantaranya: tanya jawab, diskusi, dan lain-lain. Dengan metode tersebut peranan siswa dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya mendengarkan ceramah dari guru secara pasif, tapi harus melakukan beberapa kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan belajar mengajar.Para siswa dapat memanfaatkan sarana perpustakaan untuk digunakan sebagai sarana referensi belajar.
Di dalam perpustakaan terdapat berbagai ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh setiap siswa. Menurut Bafadal (2008),perpustakaan sekolah tampak bermanfaat apabila koleksi yang ada dimanfaatkan secara optimal dalam memperlancar penerapan tujuan proses belajar-mengajar di sekolah. Keterkaitan antara perpustakaan dengan hasil belajar, Sulistyono (2003), berpendapat bahwa keberhasilan menimba sumber informasi dalam perpustakaan akan banyak mempengaruhi hasil belajar siswa.
Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah pada perubahan yang positif,yang disebut dengan proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas.Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2010).
Menurut Sudjana (2010), hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Pendapat lain juga menjelaskan bahwa seseorang dapat dikatakan telah berhasil dalam belajar jika ia mampu menunjukkan adanya perubahan dalam dirinya. Perubahan-perubahan tersebut diantaranya dari segi kemampuan berpikirnya, keterampilannya, atau sikapnya terhadap suatu objek, (Wahidmurni, dkk. 2010).
Dewasa ini berbagai jenis dan jenjang lembaga pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Timur pada khususnya diperhadapkan dengan berbagai tahapan, terutama yang berhubungan dengan masalah rendahnya mutu pendidikan.Salah satu faktor untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah. Alternatif yang diupayakan untuk menanggulangi masalah tersebut adalah cukup berat dan rumit, karena selain memerlukan pemikiran, biaya, dan tenaga yang cukup besar, hal ini juga karena indikasi penyebab rendahnya mutu pendidikan tersebut melibatkan banyak faktor dan banyak pihak di dalamnya, antara lain: faktor guru, faktor sarana dan prasarana pendidikan, faktor kurikulum dan proses belajar mengajar, faktor orang tua siswa dan masyarakat, faktor biaya dan kesejahteraan, serta faktor siswa itu sendiri.Dari semua faktor yang telah disebutkan, di dalam penulisan skripsi ini faktor pemanfaatan sarana belajar siswa termasuk di dalamnya pemanfaatan perpustakaan sekolah harus ditekankan, karena sangat berhubungan dengan hasil belajar siswa.
Berdasarkan uraian tersebut serta kenyataan yang penulis alami, maka penulis mempunyai dugaan yang besar bahwa rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh banyak  faktor, salah satunya adalah kurangnya intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, khusunya dalam mata pelajaran IPA. Ini berarti makin kurang optimalnya siswa untuk belajar mata pelajaran tersebut, maka cenderung mempengaruhi rendahnya hasil belajar yang dicapai dalam mata pelajaran IPA. Oleh karena itu kurangnya intensitas pemanfaatan perpustakaansekolah oleh siswa cenderung mengarah pada kebiasaan belajar yang kurang baik, yang pada akhirnya akan menghasilkan prestasi dan hasil belajar yang kurang baik pula.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis merasa sangat perlu untuk mencoba meneliti permasalahan tersebut.Maka dalam karya ilmiah ini penulis mengemasnya dalam judul “Pengaruh Intensitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 2 Situbondo Tahun Pelajaran 2014/2015.”

METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam jenis penelitian ini adalah eksperimental.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling.Sampel yang akan dijadikan subjek penelitian yaitu siswakelas VIII.A dan kelas VIII.B SMPNegeri 2 Situbondo.Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 57 responden.Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah angket, observasi,dan dokumentasi.Adapun teknik pengolahan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah teknik korelasi sederhana atau korelasi product moment, dengan rumus:
Keterangan :
rXY     =Koefisiensi korelasi antara variabel X dan variabel Y
N         =Jumlah sampel yang menjadi obyek penelitian
ƩXY    =   Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y
ƩX       =   Jumlah dari skor X atau skor angket
ƩY       =   Jumlah dari skor Y atau hasil belajar
Hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment kemudian diinterpretasikan pada penafsiran koefisien korelasi untuk mengetahui tingkat suatu hubungan atau pengaruh variabel tersebut.
Tabel Interpretasi Korelasi
No.
Jarak Interval
Kriteria
1
0,00 – 0,199
Korelasi sangat rendah
2
0,200 – 0,399
Korelasi rendah
 
0,400 – 0,599
Korelasi cukup/sedang 
 
0,600 – 0,799
Korelasi tinggi 
 
0,800 – 1,000
Korelasi sangat tinggi
Sumber: Sugiyono (2006)

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Dari hasil perhitungan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh r (hitung) = 0,573. Untuk mengetahui ada tidaknya signifikansi dari hasil perhitungan tersebut, maka r (hitung) harus dibandingkan dengan r (tabel). Dengan db (N) = 57 diperoleh r (tabel)= 0,256 pada taraf 5 %, maka r.hit > r.tab (0,573> 0,256) berarti signifikan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA Terpadu kelasVIII SMPNegeri 2 Situbondo tahun pelajaran 2014/2015, dengan tingkat korelasi cukup/sedang.

Pembahasan
Intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, karena perpustakaan mempunyai peran yang besar dalam mendukung proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaraan yang telah ditetapkan dapat tercapai.Perpustakaan juga mempunyai pengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa, kemampuan membaca, dan kemampuan belajar mandiri.Oleh karena itu pemanfaatan haruslah dioptimalkan oleh seluruh pihak sekolah, khususnya oleh siswa agar tercapai hasil belajar dan tujuan pendidikan yang diinginkan.
Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah memberikan konstribusi yang sangat penting dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar. Disamping itu dalam pelayanan perpustakaan dan penyediaan bahan pustaka haruslah ditingkatkan dengan baik, sehingga siswa merasa nyaman dan mudah dalam mendapatkan bahan ajar yang diinginkan.
Berdasarkan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Pitaloka (2005) dan Indriyaningsih (2009), dijelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa.Hal tersebut sejalan dengan hasil dari peneitian yang dilakukan peneliti di sekolah tempat penelitian ini dilakukan.Bahwasanya intensitas pemanfaatan perpustakaan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah, diantaranya seringnya siswa berkunjung ke perpustakaan, mencari referensi dan bahan ajar di perpustakaan, maka siswa akanlebih berwawasan, kreatif, dan inovatif dalam proses belajar di sekolah.Hal ini sangat membantu siswa dalam memencahkan masalah belajar yang dihadapi, sehingga tercapailah hasil belajar dan tujuan pendidikan yang diinginkaan. Hal ini sejalan dengan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan olehPitaloka pada tahun 2005 di SMA Negeri 3 Medan dan Indriyaningsih pada tahun 2009 di SMP Negeri 1 Batusangkar Sumatera Barat yang menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan mengenai pengaruh intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada pembahasan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan, yaituterdapat pengaruh yang positif dan signifikan mengenai intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA Terpadukelas VIII SMP Negeri 2 Situbondo tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini menunjukan bahwa siswa SMP Negeri 2 Situbondo memiliki minat dan semangat untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah, sehingga menimbulkan pengaruh yang erat dengan hasil belajar siswa. Dengan demikian, semakin tinggi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, semakin tinggi pula hasil belajar siswa yang akan diperoleh.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh serta pembahasan tentang hasil tersebut, maka penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut:
1.        Untuk lebih meningkatkan intensitas kunjungan perpustakaan SMP Negeri 2 Situbondo, maka pihak sekolah harus lebih memperhatikan pada keragaman jenis koleksi bahan pustaka yang diediakan, agar senantiasa diperbaharui dan dikembangkan menjadi lebih baik.
2.        Meningkatkan kerja sama antar pustakawan, guru, dan kepala sekolah untuk saling memberi motivasi kepada siswa agar lebih memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan baik dan maksimal.
3.        Meningkatkan frekuensi dalam memberikan tugas-tugas yang berhubungan langsung dengan pemanfaatan koleksi perpustakaan sekolah agar merangsang siswa untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah.
4.        Selain untuk meningkatkaan kualitas belajar siswa dalam kaitannya tugas-tugas belajar, pustakawan dan para guru juga harus dapat lebih memperhatikan dimensi layanan dan sarana prasarana yang berkualitas, agar siswa merasa lebih nyaman dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
Bafadal, I. (2008).  Pengolahan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Darmono.(2007).Memanfaatkan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar.Jakarta: PT. Grasindo.

Dimyati dan Mudjiono.(2009).Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: PT Rineka Cipta.Undang-undang Republik IndonesiaNomor 20 Tahun 2003. Sistem pendidikan Nasional.Jakarta: CV. Eka Jaya.

Sudjana, N. (2010).Penilaian Hasil Proses Belajar Mengaja. Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya

Sugiyono.(2006).MetodePenelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Sulistiyono.(2003).Identifikasi Karakteristik Komponen Pembelajaran. Jakarta:Dirjen Dikdasmen Dinas Pendidikan.

Wahidmurni. Mustikawan,A. dan Ridho,A.(2010).Evaluasi PembelajaranKompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha Letera.

No comments:

Post a Comment

PengaruhKegiatan Ekstrakurikuler PramukaTerhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Biologi diSMA Negeri 1 Besuki

P engaruh K egiatan E kstrakurikuler PramukaT erhadap H asil B elajar S iswa K elas X P ada M ata P elajaran B iologi di SMA Negeri ...