Sunday, February 19, 2017

PengaruhKegiatan Ekstrakurikuler PramukaTerhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Biologi diSMA Negeri 1 Besuki



PengaruhKegiatan Ekstrakurikuler PramukaTerhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Biologi diSMA Negeri 1 Besuki
Tahun Ajaran 2014/ 2015
Muhammad Tsumma(1),Drs. Waris, M.Kes(2),
Dwi Nur Rikhma Sari, S.Si, M.Si(3)
123) Pendidikan Biologi. FP MIPA IKIP PGRI JEMBER


ABSTRACT:Extracurricular activities are activities of students outside tutoring, extracurricular activities can give effect to their interests, talents and potential of the students. Extracurricular are much in demand by students that scouts, including in SMA Negeri 1 Besuki. Ektrakurikuler conditions scout in SMA Negeri 1 Besuki pretty good because a lot of students who take these activities even for class X are required to follow. But many students are still less know the benefits and purpose of the mandatory extracurricular scout. Based on the description of the background of the problem, this study was formulated as follows: Is there Scouting Against Effects of Extracurricular Activities Student Results Class X By Subject Biology at SMA Negeri 1 Besuki school year of 2014/2015? This type of research that is ex post facto correlational descriptive with quantitative approach.Data collection techniques with the questionnaire method (questionnaire) and documentation. Statistical calculations done using a simple correlation with significant results seen from the value of r count larger than r table at a significance level of 5% ie 0.658> 0.246. Based on the results of research and discussion that has been done, it can be concluded that there is influence of extracurricular activities scouts on learning outcomes of students in the subjects of Biology class X SMA Negeri 1 Besuki school year 2014/2015.
                                   
Keywords: Extracurricular Scouts, Learning Outcomes

PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia, karena melalui pendidikan akan terbentuk sumber daya manusia yang berkualitas.Tujuan pendidikan adalah pengetahuan, sikap, dan ketentraman yang hendak dicapai melalui pelaksanaan kurikulum.Tujuan pendidikan yang dilaksanakan sebelum kemerdekaan tidak dirumuskan secara tegas. Namun secara tersirat  memiliki tujuan yang relatife sama, baik pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang, yaitu mendapatkan pegawai yang murah dan terdidik dalam rangka memperkuat kedudukannya sebagai bangsa penjajah.Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta beradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam proses pendidikan,belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan siswa diluar kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan pengaruh terhadap minat,bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa. Melalui kegiatan pramuka tambahan di lingkungan sekolah, siswa dapat memenuhi kebutuhan yang diminatinya untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman terhadap berbagai mata pelajaran yang pada suatu saat nanti dapat bermanfaat bagi dirinya dalam kehidupan sehari – hari. Pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka dikembangkan pengalaman-pengalaman yang bersifat nyata yang dapat membawa siswa pada kesadaran atas pribadi, sesama dan lingkungan.
Kondisi ektrakurikuler pramuka di SMA Negeri 1 Besuki cukup baik karena banyak siswa yang mengikuti kegiatan tersebut bahkan untuk kelas X diwajibkan untuk mengikutinya. Kegiatan ektrakurikuler pramuka memiliki hubungan yang erat terhadap hasil  belajar yang menjadikan siswa di SMA Negeri 1 Besuki menjadi lebih aktif, disiplin dan mandiri. Hal ini didukung dengan hasil Ujian Tengah Semester (UTS) ganjil siswa yang nilainya di atas rata-rata dengan kisaran nilai antara 75-80.
          Alasan saya memilih ekstrakurikuler pramuka dibandingkan ekstrakurikuler lain dikarenakan ekstrakurikuler pramuka merupakan satu-satunya ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa dan memiliki hubungan dengan mata pelajaran biologi,contohnya pada saat perkemahan dan penjelajahan siswa dapat belajar secara langsung di alam mengenai klasifikasi tumbuhan, komponen ekosistem,rantai makanan,jaring-jaring makanan,pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dengan belajar sambil bermain menjadikan siswa lebih semangat dalam mengikuti  pelajaran yang ada.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 menegaskan bahwa Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyelenggarakan pendidikan nonformal diluar sekolah dan diluar keluarga sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan menerapkan Pendidikan Kepramukaan sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka memiliki hubungan erat dalam mencapai prestasi dan hasil belajar siswa, karena siswa memiliki daya pikir yang lebih dewasa yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Selain itu prestasi belajar juga dapat diraih dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membuat orang lebih aktif, tanggung jawab dan dapat berpikir dewasa dalam membangun dirinya sendiri yaitu kegiatan pramuka. Tetapi masih ada anak yang tidak aktif dalam kegiatan ektrakurikuler pramuka dengan alasan ektrakurikuler hanya membuang-buang waktu mereka dalam proses belajar. Hal ini terjadi karena masih banyak anak yang tidak mengetahui manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ektrakurikuler, terutama ektrakurikuler pramuka. Dengan demikian Mendikbud Muhammad Nuh menjadikan Kegiatan ektrakurikuler pramuka menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa yang dimaksudkan agar siswa dapat lebih tanggung jawab atas dirinya sebagai seorang pelajar dan dapat meningkatkan prestasi belajar yang memuaskan dari kegiatan yang dijalani dan menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Ferdiansyah, Johan (2014), kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan kegiatan pendorong guna mengembangkan bakat dan minat siswa dalam melakukan aktivitas dan inisiatif belajar. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, faktor tersebut timbul dari dalam dan luar diri siswa itu sendiri.
Dalam proses pembelajaran yang dilakukan, siswa perlu untuk mengetahui sejauh mana pelajaran yang telah diraih dan dicapainya, maka sebagai acuan dan pedoman bagi seorang pendidik untuk mengadakan evaluasi dari segala hasil aktivitas siswa atau hasil belajar sebagai tindakan kelanjutannya.
Brahim menyatakan dalam Ahmad(2012) bahwa hasil belajar dapat diartikaan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.Jadi hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.
Menurut Waslimandalam Ahmad Susanto (2012) hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang memengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal, sebagai berikut:
1.      Faktor internal: faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang memengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal meliputi: kucerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
2.      Faktor eksternal: faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang memengaruhi ahsil belajar, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas,peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Xpada mata pelajaran Biologi semester ganjildi SMA Negeri 1 Besuki Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015”   

METODE PENELITIAN
Penelitianini dilaksanakan pada bulan Mei 2015.Tempat Penelitiandilaksanakan di SMA Negeri 1 Besuki Kabupaten Situbondo.Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling area untuk penetapan lokasi atas pertimbangan sebagai berikut:
1.    Ektrakurikuler pramuka di sekolah yang dijadikan lokasi penelitian sangat aktif.
2.    Pramuka di sekolah yang dijadikan lokasi penelitian sudah pernah mengikuti Pelatihan kepramukaan di tingkat cabang dan daerah.
3.    Tenaga pendidik sudah memiliki sertifikat kompetensi.
Populasi dalam penelitian ini, yang menjadi subjek adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Besuki  Kabupaten Situbondo, Tahun Ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut:
1.    Kelas yang dijadikan sampel siswanya mengikuti ekstrakurikuler pramuka semua
2.    Kelas yang dijadikan sampel hasil belajar biologinya cukup baik
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 dan 2 SMA Negeri 1Besuki tahun ajaran 2014/2015.
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada skripsi ini menggunakan metode angket dan dokumentasi.Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan dalam pribadinya, atau hal – hal yang ia ketahui (Suharsini Arikunto,2006).Data yang diperoleh dari penggunan angket diantaranya: alasan memilih ektrakurikuler pramuka dibandingkan ektrakurikuler yang lain, manfaat yang diperoleh dari mengikuti ektrakurikuler pramuka, pengaruh ektrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar siswa dll.Dokumentasi adalah instrumen pengumpulan data untuk membantu peneliti dalam menjaring data yang bersumber dari dokumentasi. (Sulthon,2012 ). Data yang akan saya peroleh dari dokumentasi berupa hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) ) ganjil siswa kelas X IPA 1 dan 2 pada mata pelajaran biologi  di SMA Negeri 1 Besuki tahun ajaran 2014/2015.
Data yang telah terkumpul perlu dianalisis dalam rangka menguji kebenaran hipotesis dan juga untuk mengambil kesimpulan hasil penelitian, data yang telah terkumpul dianalisis secara kuantitatif  ini mengunakan rumus-rumus statistik tertentu untuk menguji hipotesis. Analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik korelasi sederhana.Analisis korelasi sederhana digunakan untuk menyatakan dalam bentuk persamaanmatematik, antara variabel bebas dan variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel bebas terdiri dari satu prediktor yaitu ekstrakurikuler pramuka(X) yang berpengaruh terhadap hasil belajar(Y),sehingga dalam penelitian ini menggunakan metode Koefisien Sederhana( yaitu1 prediktor ).
Perhitungan Statistik yang digunakan sebagai berikut:

              N∑XY     (∑X) (∑Y)
r  =
√{( N∑X2 – (∑X)2 ) ( N∑Y2 – (∑Y)2 )}
Keterangan:
r= Koefisien Korelasi
N= Jumlah Responden
X= Variabel Bebas (ekstrakurikuler pramuka)
Y= Variabel Terikat (hasil belajar)



Tabel 1. Interpretasi Korelasi yang umum digunakan
No.
Jara Interval
Kriteria


1
0,00 – 0,199
Korelasi rendah sekali

2
0,200 – 0,399
Korelasi rendah

 
0,400 – 0,599
Korelasi cukup/sedang 

 
0,600 – 0,799
Korelasi tinggi 

 
0,800 – 1,000
Korelasi tinggi sekali

Sumber: Sugiyono, 2006:184


HASIL DAN PEMBAHASAN
     Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan, diperoleh data mengenai variabel X dan variabel Y, yaitu kegiatan ekstrakurikuler pramukadanhasil belajar siswa. Data penelitian diperoleh melalui angket yang disebarkan secara langsung kepada responden. Dalam penelitian ini variabel X diperoleh melalui kuesioner angket yang berjumlah 15 butir soal yang disebarkan pada 64responden yang diambil darikelas X IPA 1 dan 2 di SMA Negeri 1 Besuki.Adapun pertanyaan-pertanyaan angket tersebut terdiri dari tiga alternatif jawaban yang mempunyai bobot nilai tersendiri, yaitu:
1.        Jawabanmendapat nilai 3 apabila jawaban tersebut sesuai dengan yang dikehendaki peneliti.
2.        Jawaban mendapat nilai 2 apabila jawaban tersebut kurang sesuai dengan yang dikehendaki peneliti.
3.        Jawabanmendapat nilai 1 apabila jawaban tersebut tidak sesuai dengan yang dikehendaki peneliti.


Data tentang kegiatan ekstrakurikuler pramukadiperoleh dari angket yang disebarkan secara langsung kepada 64 responden dengan jumlah pertanyaan 15 butir.Skor tertinggi 42 dan skor terendah 22. Berdasarkan hasil angket setelah dirubah ke tabel distribusi frekuensi yaitu sebagai berikut:
Tabel 2. Distribusi Frekuensi kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka
Rentang Skor
Frekuensi
21 – 25
2
26 – 30
22
31 – 35
27
36 – 40
11
41 – 45
1
Total
64

Data tentang hasil belajar diperoleh dari nilai Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil siswa kelas X IPA di SMA Negeri 1 Besuki Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015.Skor tertinggi 77 dan skor terendah 65.Berdasarkan nilai UTS Ganjil siswa yang diberikan guru setelah dirubah ke tabel distribusi frekuensi yaitu sebagai berikut:
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar
Rentang Skor
Frekuensi
65 – 69
1
70 – 74
29
75 – 79
34
Total
64

Hasil analisis data menggunakan Korelasi Sederhana, r (hitung) = 0,658 dengan db = 64 diperoleh r (tabel) pada taraf 5 % = 0,246 maka r.hit > r.tab (0,658> 0,246) berarti signifikan. Maka dari itu ada pengaruh kegiatan ektrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar siswa kelas X padamata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Besuki semester ganjiltahun ajaran 2014/2015.
Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh kegiatan ektrakurikuler pramuka teterhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Besuki Kabupaten Situbondo tahun ajaran 2014/2015 yang ditunjukkan dengan harga koefisien korelasi (r) sebesar 0,246 dan r hitung sebesar 0,658. Tarafsignifikansi 5% dengan ketentuan  Nilair hitung  lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% maka hipotesa yang diajukan (Ha) peneliti diterima.
Kondisi ektrakurikuler pramuka di SMA Negeri 1 Besuki cukup baik karena banyak siswa yang mengikuti kegiatan tersebut bahkan untuk kelas X diwajibkan untuk mengikutinya. Kegiatan ektrakurikuler pramuka memiliki hubungan yang erat terhadap hasil  belajar yang menjadikan siswa di SMA Negeri 1 Besuki menjadi lebih aktif, disiplin dan mandiri. Hal ini didukung dengan hasil Ujian Tengah Semester (UTS) siswa yang nilainya di atas rata-rata dengan kisaran nilai antara 75-80.
          Alasan saya memilih ekstrakurikuler pramuka dibandingkan ekstrakurikuler lain dikarenakan ekstrakurikuler pramuka merupakan satu-satunya ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa dan memiliki hubungan dengan mata pelajaran biologi,contohnya pada saat perkemahan dan penjelajahan siswa dapat belajar secara langsung di alam mengenai klasifikasi tumbuhan, komponen ekosistem,rantai makanan,jaring-jaring makanan,pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dengan belajar sambil bermain menjadikan siswa lebih semangat dalam mengikuti  pelajaran yang ada.
Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyelenggarakan pendidikan nonformal diluar sekolah dan diluar keluarga sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan menerapkan Pendidikan Kepramukaan sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010).Kegiatan pramuka merupakan kegiatan ekstra kurikuler yang wajib diikuti oleh siswa yang dimaksudkan agar siswa dapat lebih tanggung jawab atas dirinya sebagai seorang pelajar dan dapat meningkatkan prestasi belajar yang memuaskan dari kegiatan yang dijalani dan menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Ekstrakurikuler pramuka memiliki hubungan dengan mata pelajaran biologi,contohnya pada saat perkemahan dan penjelajahan siswa dapat belajar secara langsung di alam mengenai klasifikasi tumbuhan, komponen ekosistem,rantai makanan,jaring-jaring makanan,pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dengan belajar sambil bermain menjadikan siswa lebih semangat dan lebih giat lagi dalam mengikuti  pelajaran yang ada.
Belajar biologi dalam kegiatan Pramuka memberi manfaat yang besar yaitu:
1.      Pembelajaran sangat menyenangkan karena disisipkan dengan kegiatan kepramukaan.
2.      Tidak memerlukan waktu khusus, dilaksanakan disaat menunggu kegiatan yang lain, siswa dapat bekerjasama dengan baik.
3.      Efektif dan efisien maksudnya tidak membutuhkan waktu tersendiri, dan tidak perlu banyak mengeluarkanbiaya.
4.      Dilaksanakan dengan enjoy tanpa memberi tekanan pada siswa. .
5.      Pendidikan karakter dapat diterapkan dengan baik.
6.       Siswa mudah menerima dan menelaah apa yang dilihat dan dihadapinya.


Dengan mengikuti ekstrakurikuler pramuka hasil belajar siswa lebih baik karena ekstrakurikuler pramuka mengajarkan siswa menjadi lebih aktif, tanggung jawab dan dapat berpikir dewasa dalam membangun dirinya sendiri. Melalui kegiatan pramuka, siswa dapat memenuhi kebutuhan yang diminatinya untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman terhadap berbagai mata pelajaran yang pada suatu saat nanti dapat bermanfaat bagi dirinya dalam kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu, ekstrakurikuler pramuka harus dimanfaatkan para siswa sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan pilihan jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti untuk mengembangkan bakat, minat dan kreatifitas mereka masing-masing supaya dapat meraih hasil belajar yang lebih baik untuk bekal menyongsong kehidupan yang akan datang.
Penelitian yang pernah dilakukan mengenai ekstrakueikuler pramuka oleh Susilawati Siahaan (2010) yang berjudul Hubungan antar kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan disiplin belajar dengan peningkatan prestasi belajar siswa kelas II semester ganjil SMPN 16 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2004/2005.Menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikanantaraKegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Dan Disiplin BelajarPada Siswa Kelas II SMPN16Bandar LampungLabuhan Dalam Way Kanan Dengan Prestasi Belajar Semester Ganjil Tahun Pelajaran2004/2005, diperolehkeeratan hubungan koefesien korelasi (r) sebesar0,803.


SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan prmbahasan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:Terdapat pengaruh signifikan antara kegiatan ektrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Besuki Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari nilai r hitung lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu 0,658>0,246.           
Berdasarkan hasil penelitiandan kesimpulandi atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1.        Bagi Guru
Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa maka guru diharapkan mewajibkan kegiatan ektrakurikuler pramuka di SMA Negeri 1 Besuki tidak hanya untuk kelas X saja tetapi kelas XI juga diwajibkan.
Sekolah hendaknya memfasilitasi sarana dan prasarana ekstrakurikuler  pramuka yang belum ada di Sekolah.
2.        Bagi Orang Tua
Orang tua selaku pendidik pertama bagi anak dalam keluarga hendaknya selalu memperhatikan anak-anaknya dan mendukung kegiatan ektrakurikuler pramuka yang diikuti oleh anaknya.
3.        Bagi Siswa
Siswa hendaknya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka sebagai
kegiatan yang positif yang berada di luar jam sekolah. Siswa yang masih bermalas – malasan untuk ikut ektrakurikuler pramuka hendaknya lebih aktif lagi mengingat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut.


No comments:

Post a Comment

PengaruhKegiatan Ekstrakurikuler PramukaTerhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Biologi diSMA Negeri 1 Besuki

P engaruh K egiatan E kstrakurikuler PramukaT erhadap H asil B elajar S iswa K elas X P ada M ata P elajaran B iologi di SMA Negeri ...