Sunday, February 19, 2017

Pengaruh Penggunaan Black Berry Messenger Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas X Di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015



Pengaruh Penggunaan Black Berry Messenger Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas X Di SMK Negeri 1 Suboh
Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015
Mita Danansari (1), Drs. Waris, M.Kes (2), Dwi Nur Rikhma Sari, S.Si, M.Si (3)
123) Pendidikan Biologi FP MIPA IKIP PGRI JEMBER

ABSTRACT : Development of technology and science support human needs for sophisticated technology for mobile phones. Currently smartphones mushrooming phenomenon widespread among the public, including students SMA / SMK. Black Berry Messenger users among students of class X Subject Agribusiness Fisheries in SMK Negeri 1 Suboh fairly evenly. Of the 59 students of students, as many as 30 students using the Black Berry Messenger. Biological value of the data showed that 25% of students scored below the KKM (75). Based on the description of the background, the problem this study was formulated as follows: Is there any effect of the use of Black Berry Messenger on learning outcomes of students in the subjects of Biology class X in SMK Negeri 1 Suboh academic year 2014/2015? This type of research that is ex post facto correlational descriptive with quantitative approach. Data collection techniques with the questionnaire method (questionnaire) and documentation. Statistical calculations done using a simple correlation with significant results seen from the value of r count larger than r table at a significance level of 5% ie 0.433> 0.361. Based on the results of research and discussion that has been done, it can be concluded that there is positive and signifikan influence of the use of Black Berry Messenger on learning outcomes of students in the subjects of Biology class X in SMK Negeri 1 Suboh academic year 2014/2015.

Key Word: Black Berry Messenger, Learning Outcomes

PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu bidang yang penting untuk dimajukan di Negara Indonesia, karena pendidikan merupakan salah satu ujung tombak penentu kemajuan suatu negara. Pendidikan merupakan faktor utama dalam membentuk baik buruknya pribadi manusia secara normatif. Pendidikan yang diperoleh anak tidak hanya di sekolah akan tetapi semua faktor bisa dijadikan sumber pendidikan, termasuk lingkungan dan tekhnologi yang dipergunakan anak untuk menunjang kegiatan belajar mereka.
Dengan berkembangnya zaman, tekhnologi pun juga berkembang sangat pesat. Teknologi mengambil peranan penting dalam berkomunikasi.Komunikasi diperlukan untuk menjalin suatu interaksi. Komunikasi merupakan suatau proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku (Harun, 2011).
Menurut Susanto (2010), komunikasi adalah proses pengoperasian yang mengandung lambang-lambang yang mengandung arti. Definisi-definisi komunikasi menurutMulyana (2005) ada 3 yaitu:
1)  Komunikasi sebagai tindakan satu arah yaitu suatu pemahaman komunikasi sebagai penyampaian pesan searah dari seseorang (atau lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media, seperti surat (selebaran), surat kabar, majalah, radio, atau televisi.
2)  Komunikasi sebagai interaksi yaitu menyetarakan komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian.
3) Komunikasi sebagai transaksi yaitu menyatakan bahwa komunikasi adalah proses yang dinamis yang secara sinambungan mengubah phak-pihak yang berkomunikasi.
Terdapat beberapa fungsi komunikasi menurut William I. Gorden dalam Mulyana, (2005) yaitu:
1)  Sebagai komunikasi sosial, setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.
2)  Sebagai komunikasi ekspresif untuk menyampaikan perasaan (emosi).
3)  Sebagai komunikasi ritual, suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para antropolog sebagairites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, siraman, pernikahan, dan lain-lain.
4)  Sebagai komunikasi instrumental. Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur. Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut.
Segala aktifitas manusia dimanjakan dan dipermudah oleh fasilitas tekhnologi. Salah satu contoh, Hand Phone. Kecanggihan Hand Phone saat ini tidak hanya digunakan untuk menelepon atau berkirim pesan singkat, namun bisa pula digunakan untuk mengakses internet, youtube, dan lain-lain.
Saat ini fenomena smartphone menjamur luas di kalangan masyarakat, termasuk siswa khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA). Smartphone merupakan ponsel multimedia yang menggabungkan fungsionalitas PC dan handset. Sekitar 80% dari masyarakat perkotaan di Indonesia memiliki perangkat ponsel khususnya smartphone atau ponsel pintar. Gadget sudah sangat menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat seakan orang tidak bisa lepas darinya. Selain pengguna ponsel pintar, hal lain yang terintegrasi dengan ponsel pintar ini yaitu internet. Jumlah pengguna internet Indonesia dari 2013 sebanyak 71 juta dikatakan akan meningkat menjadi 82 juta jiwa di 2014. Perkembangan ini cukup pesat, alasannya karena memang semua orang ingin terhubung dengan internet secara mudah dan mengakses berbagai informasi termasuk melalui ponsel pintar (Prayogi, 2014). Hasil riset Nielsen On Device Meter (ODM) di Februari 2014 mencatat bahwa pengguna smartphone di Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 140 menit per hari untuk menggunakan smartphone mereka (Salim, 2014). Sebanyak 39% pengguna Black Berry di Indonesia adalah kalangan remaja (Susilawati dalam Indrawan, 2013).
Menurut Ibrahim (dalam Indrawan, 2013) remaja adalah makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk bisa tetap terhubung dengan teman sebayanya, untuk bisa berkenalan dengan orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya dan juga untuk menjalin pertemanan. BBM adalah salah satu media untuk menjalin pertemanan yang bisa dilakukan dimana dan kapan saja sehingga membuat BBM sering digunakan siswa pada tahap SMA. Menurut Handayani (dalam Indrawan, 2013) individu pada tahap pendidikan SMA sendiri termasuk dalam masa remaja yang pada hakekatnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Penggunaan Black Berry Messenger di kalangan siswa  kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh cukup merata. Dari 59 siswa, sebanyak 30 siswa menggunakan Black Berry Messenger. Dari keseluruhan jumlah siswa, sebanyak 25% siswa mendapatkan nilai pada aspek kognitif mata pelajaran Biologi di bawah KKM (75).
Fasilitas Black Berry Messenger (BBM)adalah aplikasi percakapan instan berbasis internet dalam ponsel Black Berry yang mampu melakukan perbincangan antar pengguna Black Berry. Beberapa fungsi yang bisa didapatkan dalam fasilitas Black Berry Messenger ialah: mengirim dan menerima pesan dalam jumlah yang tidak terbatas; b) membuat status dan foto pribadi sebagai pengenal; c) terdapat pemberitahuan saat pesan telah sampai dan dibaca; d) mengirimkan foto, video, dan lain sebagainya kepada beberapa kontak secara langsung; e) menambah kontak dengan scan kode atau bertukar PIN; f) mengirim lagu; g) bergabung atau membuat grup yang bisa digunakan untuk berbincang dan bertukar informasi secara langsung (Oktorine, 2014).
Beberapa manfaat Black Berry Messenger bagi pendidikan siswa, yaitu: a) Efisiensi waktu dalam persiapan belajar; b) Mudah untuk bertanya kepada teman melalui fasilitas chat; c) Mempermudah pengetikan teks yang panjang, dapat digunakan fungsi copy/paste mengenai materi pelajaran; d)Untuk mengirim foto catatan atau PR yang sulit dimengerti dapat digunakan fungsi send picture; e) Jika ingin melakukan diskusi kelompok dapat menggunakan fungsi BBM group atau conference chat; f) Fungsi PING!!! juga dapat digunakan untuk kondisi mendesak apabila dibutuhkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Runtowarow dkk (2014) menununjukkan bahwa Black Berry Messenger sangat penting dalam membantu proses belajar siswa. Prestasi yang bisa diraih meningkat karena pemanfaatan yang baik dari Black Berry Messenger.
Pengertian hasil atau (product) menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukannya aktifitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional (Purwanto, 2011). Pendapat lain mengatakan bukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2009). Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (Slameto, 2010:2). Menurut Roger, belajar adalah sebuah proses internal  yang menggerakkan anak didik agar menggunakan seluruh potensi kognitif, afektif, dan psikomotoriknya agar memiliki berbagai kapabilitas intelektual, moral, dan keterampilan lainnya (Nata, 2011). Sedangkan menurut Piaget, belajar adalah sebuah proses interaksi anak didik dengan lingkungan yang selalu mengalami perubahan dan dilakukan secara terus-menerus (Nata, 2011).
Menurut Slameto (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
a)         Faktor Intern, meliputi:
1.         Faktor Jasmani
Yang termasuk ke dalam faktor jasmani yaitu faktor kesehatan dan cacat tubuh.
2.         Faktor Psikologis
Sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang tergolong faktor psikologis yang mempengaruhi belajar, yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, kematangan, dan kesiapan.
3.         Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (Slameto, 2010:54-59).



b)         Faktor Ekstern, meliputi:
1.         Faktor Keluarga
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan (Slameto, 2010:60).
2.         Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini adalah mencakup metode mengajar kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah (Slameto, 2010:64).
3.         Faktor Masyarakat
Masyarakat sangat berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat (Slameto, 2010).
4.         Faktor Tekhnologi Informasi
Perkembangan tekhnologi informasi telah banyak memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran (Nafi’ah, 2010).
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah adakah pengaruh penggunanaan Black Berry Messenger bagi siswa kelas X di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penggunanaan Black Berry Messenger bagi siswa kelas X di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015.
METODE PENELITIAN
Penelitian terbatas dilakukan di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo yang beralamat di Jalan Raya Suboh No. 03 Suboh, Situbondo.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling area untuk penetapan lokasi atas pertimbangan sebagai berikut:
1)         Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada observasi awal terlihat bahwa kondisi hasil belajar aspek kognitif pada mata pelajaran Biologi kelas X Jurusan Agribisnis perikanan di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015 masih rendah (25% di bawah KKM 75).
2)      Adanya keterbukaan dari pihak sekolah terutama guru mata pelajaran Biologi terhadap penelitian yang akan dilaksanakan.
Waktu pelaksanaan penelitian pada Bulan Mei 2015. Penelitian dilakukan selama 3 sampai 4 hari di sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian  ex post facto  yang bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel Black Berry Messenger sebagai variabel bebas dan variabel hasil belajar sebagai variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo tahun ajaran 2014/2015 yang menggunakan Black Berry Messenger. Dalam penelitian ini, peneliti melalukan teknik pengumpulan data dengan metode angket (kuesioner) dan dokumentasi. Metode angket akan peneliti gunakan untuk mengumpulkan data mentah berkaitan dengan penggunaan Black Berry Messenger oleh siswa kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015. Data tentang penggunaan Black Berry Messenger diperoleh dari angket yang disebarkan secara langsung kepada 30 responden dengan jumlah pertanyaan 25 butir. Metode dokumentasi peneliti gunakan untuk mendapatkan data hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo tahun ajaran 2014/2015. Peneliti menggunakan data hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) Ganjil siswa dalam metode ini dokumentasi.
Teknik analisis yang digunakan disesuaikan dengan data instrumen yang dikumpulkan. Analisis data dilakukan dengan perhitungan korelasi sederhana untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Perhitungan statistik yang digunakan sebagai berikut:
            N ∑XY – (∑X) (∑Y)
rXY    = 
                        √{(N ∑X² – (∑X)²) (N ∑Y² – (∑Y)²)}

Keterangan :
rXY= Koefisien Korelasi
N         = Jumlah Responden
∑X                  = Jumlah Skor X
∑Y                  = Jumlah Skor Y
∑XY   = Jumlah Perkalian X dan Y
∑X2       = Jumlah Skor X dikuadratkan
∑Y2       = Jumlah Skor Y dikuadratkan

HASIL DAN PEMBAHASAN
Skor tertinggi 75 dan skor terendah 50. Berdasarkan hasil angket setelah dirubah ke tabel distribusi frekuensi yaitu sebagai berikut:

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Data Penggunaan Black Berry Messenger
Rentang Skor
Frekuensi
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75-79
2
8
12
4
3
1
Total
30
Data tentang hasil belajar diperoleh dari nilai Ulangan Tengah Semester (UTS) Ganjil siswa kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015. Skor tertinggi 95 dan skor terendah 75. Berdasarkan nilai UTS Ganjil siswa yang diberikan guru setelah dirubah ke tabel distribusi frekuensi yaitu sebagai berikut:

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar
Rentang Skor
Frekuensi
75-79
80-84
85-89
90-94
95-99
7
14
7
0
2
Total
30

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistika product moment.
        Dari perhitungan statistika korelasi sederhana yang dilakukan diperoleh nilai r hitung = 0,433 sedangkan r tabel = 0,361 pada taraf signifikansi 5% dengan ketentuan df = N-2. Dengan demikian, hipotesa yang peneliti ajukan yaitu “ada pengaruh penggunaan Black Berry Messenger terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas X di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015” diterima karena nilai r hitung > r tabel dan dinyatakan signifikan.
Black Berry Messenger berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Black Berry Messenger dapat digunakan siswa untuk berkomunikasi dengan teman maupun guru. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Nafi’ah (2010) dengan judul “Pengaruh Penggunaan Tekhnologi Informasi dan Pelaksanaan Proses Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa SMPN 8 Malang” menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan hal ini dapat dikatakan bahwa penggunaan teknologi informasi dan pelaksanaan proses belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 8 Malang. Begitu pula dengan fungsi BBM Group bisa digunakan untuk melakukan diskusi kelompok mengenai materi pelajaran. Siswa bisa menggunakan Black Berry Messenger dalam mengerjakan tugas sekolah. Siswa yang mengalami kesulitan mengerjakan PR karena terdapat beberapa soal yang sulit dimengerti bisa menggunakan Black Berry Messenger untuk bertanya ke teman maupun guru mata pelajaran.
Pengaturan waktu penggunaan Black Berry Messenger  juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pada saat jam pelajaran di sekolah siswa tidak menggunakan Black Berry Messenger karena bisa mengganggu konsentrasi saat pelajaran berlangsung. Arifian (2014) mengatakan bahwa tidak sedikit pelajar yang semakin malas karena aplikasi Black Berry Messenger. Hal ini disebabkan dengan cepatnya pesan yang keluar masuk di Black Berry Messenger memaksa pelajar untuk lebih mementingkan BBMan dengan teman atau pacarnya daripada belajar. Pengaruh negatif yang dirasakan adalah mudahnya  konsentrasi  untuk buyar karena seringkali siswa melupakan tujuan utamanya untuk mempersiapkan pelajaran (Oktorine, 2014).
Penggunaan Black Berry Messenger oleh siswa sangat marak saat ini sehingga keterlibatan orang tua dan guru juga penting. Penggunaan Black Berry Messenger siswa dikontrol oleh orang tua. Hal ini bisa membuat siswa lebih berhati-hati dan mencegah siswa menggunakan aplikasi Black Berry Messenger untuk hal-hal yang mengganggu proses belajar. Jika proses belajar tidak terganggu maka hasil belajar pun akan meningkat. Menurut Slameto (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern meliputi faktor jasmani, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Faktor ekstern meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor tekhnologi informasi juga mempengaruhi belajar siswa (Nafi’ah, 2010). Faktor-faktor diatas sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Ketika dalam proses belajar peserta didik tidak memenuhi faktor tersebut dengan baik, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil  belajar yang telah direncanakan, seorang guru harus memperhatikan faktor-faktor diatas agar hasil belajar yang dicapai peserta didik bisa maksimal.  Selain itu juga orang tua dan guru memberikan nasehat mengenai penggunaan Black Berry Messenger yang baik.
Orang tua pun tak boleh lepas dari tekhnologi yang dapat mempengaruhi anak, baik dalam mempengaruhi ilmu pengetahuan bahkan kemampuan/ keterampilan anak. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua siswa sudah mengontrol dan memberikan nasehat mengenai penggunaan Black Berry Messenger oleh siswa. Sudah tumbuh kesadaran dari masing-masing orang tua untuk mengawasi tekhnologi yang digunakan dalam menunjang proses belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua sadar betul pesatnya kemajuan tekhnologi informasi memiliki dampak positif dan negatif bagi siswa. Guru sebagai pengajar dan pendidik memang tidak hanya harus membina para murid segi kognitif dan psikomotoriknya demi peningkatan angka. Akan tetapi, guru sangat dituntut agar apa yang ia kerjakan dipraktekkan oleh para muridnya dalam kehidupan (Simanjuntak, 2011).

SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti dapat menarik simpulan sebagai berikut:
Terdapat pengaruh signifikan penggunaan Black Berry Messenger terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas X di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari nilai r hitung lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu r hitung  0,433 > r tabel 0,361.
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1.      Bagi Guru
Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa maka guru diharapkan memanfaatkan berbagai tekhnologi yang ada, seperti aplikasi Black Berry Messenger dalam membantu kegiatan belajar siswa sehingga pembelajaran dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.
2.      Bagi Orang Tua
Orang tua selaku pendidik pertama bagi anak dalam keluarga hendaknya selalu memperhatikan anak-anaknya. Orang tua hendaknya mengontrol berbagai tekhnologi yang dipergunakan anak untuk menunjang proses belajar dan memberikan nasehat mengenai pemanfaatan tekhnologi yang baik serta cara menghadapi kemajuan tekhnologi.
3.      Bagi siswa
Kemajuan tekhnologi diharapkan membantu dan mempermudah siswa dalam proses belajar. Maka dari itu siswa hendaknya bisa memanfaatkan tekhnologi yang ada dengan baik dan tepat guna bukan malah menyalahgunakan untuk kepentingan negatif yang nantinya berdampak pada menurunnya hasil belajar siswa di sekolah.

.






No comments:

Post a Comment

PengaruhKegiatan Ekstrakurikuler PramukaTerhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Biologi diSMA Negeri 1 Besuki

P engaruh K egiatan E kstrakurikuler PramukaT erhadap H asil B elajar S iswa K elas X P ada M ata P elajaran B iologi di SMA Negeri ...