Pengaruh Penggunaan Black Berry Messenger Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran Biologi Kelas X Di SMK Negeri 1 Suboh
Kabupaten
Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015
Mita
Danansari (1), Drs. Waris, M.Kes (2), Dwi Nur Rikhma
Sari, S.Si, M.Si (3)
123) Pendidikan Biologi FP
MIPA IKIP PGRI JEMBER
ABSTRACT
: Development of technology and science support human needs for sophisticated
technology for mobile phones. Currently smartphones mushrooming phenomenon
widespread among the public, including students SMA / SMK. Black Berry
Messenger users among students of class X Subject Agribusiness Fisheries in SMK
Negeri 1 Suboh fairly evenly. Of the 59 students of students, as many as 30
students using the Black Berry Messenger. Biological value of the data showed
that 25% of students scored below the KKM (75). Based on the description of the
background, the problem this study was formulated as follows: Is there any
effect of the use of Black Berry Messenger on learning outcomes of students in
the subjects of Biology class X in SMK Negeri 1 Suboh academic year 2014/2015?
This type of research that is ex post facto correlational descriptive with
quantitative approach. Data collection techniques with the questionnaire method
(questionnaire) and documentation. Statistical calculations done using a simple
correlation with significant results seen from the value of r count larger than
r table at a significance level of 5% ie 0.433> 0.361. Based on the results
of research and discussion that has been done, it can be concluded that there
is positive and signifikan influence of the use of Black Berry Messenger on
learning outcomes of students in the subjects of Biology class X in SMK Negeri
1 Suboh academic year 2014/2015.
Key
Word: Black Berry Messenger, Learning Outcomes
PENDAHULUAN
Pendidikan
merupakan salah satu bidang yang penting untuk dimajukan di Negara Indonesia,
karena pendidikan merupakan salah satu ujung tombak penentu kemajuan suatu
negara. Pendidikan merupakan faktor utama dalam membentuk baik buruknya pribadi
manusia secara normatif. Pendidikan yang diperoleh anak tidak hanya di sekolah
akan tetapi semua faktor bisa dijadikan sumber pendidikan, termasuk lingkungan
dan tekhnologi yang dipergunakan anak untuk menunjang kegiatan belajar mereka.
Dengan
berkembangnya zaman, tekhnologi pun juga berkembang sangat pesat. Teknologi
mengambil peranan penting dalam berkomunikasi.Komunikasi diperlukan untuk
menjalin suatu interaksi. Komunikasi merupakan suatau proses pertukaran
informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau
tingkah laku (Harun, 2011).
Menurut
Susanto (2010), komunikasi adalah
proses pengoperasian yang mengandung lambang-lambang yang mengandung arti.
Definisi-definisi komunikasi menurutMulyana (2005) ada 3 yaitu:
1) Komunikasi sebagai tindakan satu arah yaitu suatu
pemahaman komunikasi sebagai penyampaian pesan searah dari seseorang (atau
lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung
(tatap muka) ataupun melalui media, seperti surat (selebaran), surat kabar,
majalah, radio, atau televisi.
2) Komunikasi sebagai interaksi yaitu menyetarakan
komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya
bergantian.
3) Komunikasi
sebagai transaksi yaitu menyatakan bahwa komunikasi adalah proses yang dinamis
yang secara sinambungan mengubah phak-pihak yang berkomunikasi.
Terdapat
beberapa fungsi komunikasi menurut William I. Gorden dalam Mulyana, (2005)
yaitu:
1) Sebagai komunikasi sosial, setidaknya mengisyaratkan bahwa
komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri,
untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan
dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan
memupuk hubungan dengan orang lain.
2)
Sebagai komunikasi ekspresif untuk
menyampaikan perasaan (emosi).
3) Sebagai komunikasi ritual, suatu komunitas sering melakukan
upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut
para antropolog sebagairites of passage, mulai dari
upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, siraman, pernikahan, dan
lain-lain.
4) Sebagai komunikasi instrumental. Komunikasi instrumental mempunyai
beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah
sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur. Sebagai instrumen, komunikasi
tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga
untuk menghancurkan hubungan tersebut.
Segala aktifitas
manusia dimanjakan dan dipermudah oleh fasilitas tekhnologi. Salah satu contoh,
Hand Phone. Kecanggihan Hand Phone saat ini tidak hanya
digunakan untuk menelepon atau berkirim pesan singkat, namun bisa pula
digunakan untuk mengakses internet, youtube,
dan lain-lain.
Saat
ini fenomena smartphone menjamur luas
di kalangan masyarakat, termasuk siswa khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA). Smartphone merupakan ponsel multimedia
yang menggabungkan fungsionalitas PC dan handset.
Sekitar 80% dari masyarakat
perkotaan di Indonesia memiliki perangkat ponsel khususnya smartphone atau ponsel pintar.
Gadget sudah sangat menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat seakan orang
tidak bisa lepas darinya. Selain pengguna ponsel pintar, hal lain yang
terintegrasi dengan ponsel pintar ini yaitu internet. Jumlah pengguna internet
Indonesia dari 2013 sebanyak 71 juta dikatakan akan meningkat menjadi 82 juta
jiwa di 2014. Perkembangan ini cukup pesat, alasannya karena memang semua orang
ingin terhubung dengan internet secara mudah dan mengakses berbagai informasi
termasuk melalui ponsel pintar (Prayogi, 2014). Hasil riset Nielsen On Device Meter (ODM) di Februari 2014
mencatat bahwa pengguna smartphone di
Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 140 menit per hari untuk menggunakan smartphone mereka (Salim, 2014). Sebanyak
39% pengguna Black Berry di Indonesia
adalah kalangan remaja (Susilawati dalam Indrawan, 2013).
Menurut Ibrahim
(dalam Indrawan, 2013) remaja adalah makhluk sosial yang memiliki kebutuhan
untuk bisa tetap terhubung dengan teman sebayanya, untuk bisa berkenalan dengan
orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya dan juga untuk menjalin
pertemanan. BBM adalah salah satu media untuk menjalin pertemanan yang bisa
dilakukan dimana dan kapan saja sehingga membuat BBM sering digunakan siswa
pada tahap SMA. Menurut Handayani (dalam Indrawan, 2013) individu pada tahap
pendidikan SMA sendiri termasuk dalam masa remaja yang pada hakekatnya lebih
banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Penggunaan Black Berry Messenger di kalangan
siswa kelas X Jurusan Agribisnis
Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh cukup merata. Dari 59 siswa, sebanyak 30 siswa
menggunakan Black Berry Messenger. Dari
keseluruhan jumlah siswa, sebanyak 25% siswa mendapatkan nilai pada aspek
kognitif mata pelajaran Biologi di bawah KKM (75).
Fasilitas Black Berry Messenger (BBM)adalah aplikasi percakapan instan
berbasis internet dalam ponsel Black
Berry yang mampu melakukan perbincangan antar pengguna Black Berry. Beberapa fungsi yang bisa didapatkan dalam fasilitas Black Berry Messenger ialah: mengirim
dan menerima pesan dalam jumlah yang tidak terbatas; b) membuat status dan foto
pribadi sebagai pengenal; c) terdapat pemberitahuan saat pesan telah sampai dan
dibaca; d) mengirimkan foto, video, dan lain sebagainya kepada beberapa kontak
secara langsung; e) menambah kontak dengan scan
kode atau bertukar PIN; f) mengirim lagu; g) bergabung atau membuat grup yang
bisa digunakan untuk berbincang dan bertukar informasi secara langsung
(Oktorine, 2014).
Beberapa manfaat Black Berry Messenger bagi pendidikan
siswa, yaitu: a) Efisiensi waktu dalam persiapan belajar; b) Mudah untuk
bertanya kepada teman melalui fasilitas chat;
c) Mempermudah pengetikan teks yang panjang, dapat digunakan fungsi copy/paste mengenai materi pelajaran; d)Untuk mengirim foto catatan atau PR
yang sulit dimengerti dapat digunakan fungsi send picture; e) Jika ingin melakukan diskusi kelompok dapat
menggunakan fungsi BBM group atau conference chat; f) Fungsi PING!!! juga
dapat digunakan untuk kondisi mendesak apabila dibutuhkan.
Penelitian yang
dilakukan oleh Runtowarow dkk (2014) menununjukkan bahwa Black
Berry Messenger sangat
penting dalam membantu proses belajar siswa. Prestasi yang bisa diraih
meningkat karena pemanfaatan yang baik dari Black
Berry Messenger.
Pengertian
hasil atau (product) menunjuk pada
suatu perolehan akibat dilakukannya aktifitas atau proses yang mengakibatkan
berubahnya input secara fungsional (Purwanto, 2011). Pendapat lain mengatakan
bukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku
pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak
mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2009). Menurut pengertian secara
psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu tingkah laku sebagai
hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
(Slameto, 2010:2). Menurut Roger, belajar adalah sebuah proses internal yang menggerakkan anak didik agar menggunakan
seluruh potensi kognitif, afektif, dan psikomotoriknya agar memiliki berbagai
kapabilitas intelektual, moral, dan keterampilan lainnya (Nata, 2011).
Sedangkan menurut Piaget, belajar adalah sebuah proses interaksi anak didik
dengan lingkungan yang selalu mengalami perubahan dan dilakukan secara
terus-menerus (Nata, 2011).
Menurut Slameto (2010), faktor-faktor yang
mempengaruhi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua
golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
a)
Faktor Intern, meliputi:
1.
Faktor Jasmani
Yang termasuk ke dalam faktor jasmani
yaitu faktor kesehatan dan cacat tubuh.
2.
Faktor Psikologis
Sekurang-kurangnya
ada tujuh faktor yang tergolong faktor psikologis yang mempengaruhi belajar,
yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, kematangan, dan kesiapan.
3.
Faktor Kelelahan
Kelelahan pada
seseorang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan
rohani (Slameto, 2010:54-59).
b)
Faktor Ekstern, meliputi:
1.
Faktor Keluarga
Siswa
yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua
mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga, keadaan ekonomi
keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan (Slameto,
2010:60).
2.
Faktor Sekolah
Faktor
sekolah yang mempengaruhi belajar ini adalah mencakup metode mengajar
kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu
sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan
tugas rumah (Slameto, 2010:64).
3.
Faktor Masyarakat
Masyarakat
sangat berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena
keberadaan siswa dalam masyarakat (Slameto, 2010).
4.
Faktor Tekhnologi Informasi
Perkembangan
tekhnologi informasi telah banyak memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan
khususnya dalam proses pembelajaran (Nafi’ah, 2010).
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah adakah pengaruh penggunanaan Black Berry Messenger bagi siswa kelas X
di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015? Tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui penggunanaan Black Berry
Messenger bagi siswa kelas X di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015.
METODE
PENELITIAN
Penelitian terbatas dilakukan di SMK
Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo yang beralamat di Jalan Raya Suboh No. 03
Suboh, Situbondo.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling area untuk penetapan lokasi atas pertimbangan
sebagai berikut:
1)
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan pada observasi awal terlihat bahwa kondisi hasil
belajar aspek kognitif pada mata pelajaran Biologi kelas X Jurusan Agribisnis
perikanan di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran 2014/2015 masih rendah (25% di
bawah KKM 75).
2) Adanya keterbukaan dari pihak
sekolah terutama guru mata pelajaran Biologi terhadap penelitian yang akan
dilaksanakan.
Waktu
pelaksanaan penelitian pada Bulan Mei 2015. Penelitian dilakukan selama 3 sampai 4 hari di sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian ex post
facto yang bersifat deskriptif
korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Variabel-variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel Black Berry Messenger sebagai variabel bebas dan variabel hasil belajar
sebagai variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X
Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo tahun
ajaran 2014/2015 yang menggunakan Black
Berry Messenger. Dalam penelitian ini, peneliti melalukan teknik
pengumpulan data dengan metode angket (kuesioner) dan dokumentasi. Metode
angket akan peneliti gunakan untuk mengumpulkan data mentah berkaitan dengan
penggunaan Black Berry Messenger oleh
siswa kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh tahun ajaran
2014/2015. Data tentang penggunaan Black
Berry Messenger diperoleh dari angket yang disebarkan secara langsung
kepada 30 responden dengan jumlah pertanyaan 25 butir. Metode dokumentasi
peneliti gunakan untuk mendapatkan data hasil belajar siswa pada mata pelajaran
biologi kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten
Situbondo tahun ajaran 2014/2015. Peneliti menggunakan data hasil Ulangan
Tengah Semester (UTS) Ganjil siswa dalam metode ini dokumentasi.
Teknik analisis
yang digunakan disesuaikan dengan data instrumen yang dikumpulkan. Analisis
data dilakukan dengan perhitungan korelasi sederhana untuk menguji pengaruh
variabel bebas terhadap variabel terikat.
Perhitungan statistik yang digunakan
sebagai berikut:
N
∑XY – (∑X) (∑Y)
√{(N ∑X² – (∑X)²)
(N ∑Y²
– (∑Y)²)}
Keterangan :
rXY= Koefisien Korelasi
N = Jumlah
Responden
∑X =
Jumlah Skor X
∑Y =
Jumlah Skor Y
∑XY = Jumlah
Perkalian X dan Y
∑X2 =
Jumlah Skor X dikuadratkan
∑Y2 =
Jumlah Skor Y dikuadratkan
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Skor tertinggi
75 dan skor terendah 50. Berdasarkan hasil angket setelah
dirubah ke tabel distribusi frekuensi yaitu sebagai berikut:
Tabel 1.
Distribusi Frekuensi Data Penggunaan Black Berry Messenger
Rentang
Skor
|
Frekuensi
|
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75-79
|
2
8
12
4
3
1
|
Total
|
30
|
Data tentang
hasil belajar diperoleh dari nilai Ulangan Tengah Semester (UTS) Ganjil siswa
kelas X Jurusan Agribisnis Perikanan di SMK Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo
Tahun Ajaran 2014/2015. Skor tertinggi 95 dan skor terendah 75. Berdasarkan nilai UTS Ganjil siswa yang diberikan guru setelah dirubah ke
tabel distribusi frekuensi yaitu sebagai berikut:
Tabel 2.
Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar
Rentang
Skor
|
Frekuensi
|
75-79
80-84
85-89
90-94
95-99
|
7
14
7
0
2
|
Total
|
30
|
Pengujian
hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistika product moment.
Dari perhitungan statistika korelasi
sederhana yang dilakukan diperoleh nilai r hitung = 0,433 sedangkan r tabel =
0,361 pada taraf signifikansi 5% dengan ketentuan df = N-2. Dengan demikian,
hipotesa yang peneliti ajukan yaitu “ada pengaruh penggunaan Black Berry Messenger terhadap hasil
belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas X di SMK Negeri 1 Suboh tahun
ajaran 2014/2015” diterima karena nilai r hitung > r tabel dan dinyatakan
signifikan.
Black Berry
Messenger berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Black Berry Messenger dapat digunakan
siswa untuk berkomunikasi dengan teman maupun guru. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Nafi’ah (2010) dengan
judul “Pengaruh Penggunaan Tekhnologi Informasi dan Pelaksanaan Proses Belajar
Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa SMPN 8 Malang”
menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan hal ini dapat dikatakan bahwa
penggunaan teknologi informasi dan pelaksanaan proses belajar berpengaruh
terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 8 Malang. Begitu pula dengan fungsi BBM Group bisa digunakan untuk melakukan diskusi kelompok mengenai
materi pelajaran. Siswa bisa menggunakan Black
Berry Messenger dalam mengerjakan tugas sekolah. Siswa yang
mengalami kesulitan mengerjakan PR karena terdapat beberapa soal yang sulit
dimengerti bisa menggunakan Black Berry Messenger
untuk bertanya ke teman maupun guru mata pelajaran.
Pengaturan waktu penggunaan Black Berry Messenger juga berpengaruh terhadap hasil
belajar siswa. Pada saat jam pelajaran di sekolah siswa tidak
menggunakan Black Berry Messenger
karena bisa mengganggu konsentrasi saat pelajaran berlangsung. Arifian (2014)
mengatakan bahwa tidak
sedikit pelajar yang semakin malas karena aplikasi Black Berry Messenger. Hal ini disebabkan dengan cepatnya pesan yang keluar masuk di Black Berry
Messenger memaksa pelajar untuk
lebih mementingkan BBMan dengan teman atau pacarnya daripada belajar. Pengaruh
negatif yang dirasakan adalah mudahnya
konsentrasi untuk buyar karena
seringkali siswa melupakan tujuan utamanya untuk mempersiapkan pelajaran
(Oktorine, 2014).
Penggunaan Black Berry Messenger oleh siswa sangat
marak saat ini sehingga keterlibatan orang tua dan guru juga penting. Penggunaan Black Berry Messenger siswa dikontrol oleh orang tua. Hal ini bisa membuat siswa lebih berhati-hati dan mencegah siswa
menggunakan aplikasi Black Berry
Messenger untuk hal-hal yang mengganggu proses belajar. Jika proses belajar
tidak terganggu maka hasil belajar pun akan meningkat. Menurut Slameto
(2010), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya tetapi dapat
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
Faktor intern meliputi faktor jasmani, faktor psikologis, dan faktor kelelahan.
Faktor ekstern meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.
Faktor tekhnologi informasi juga mempengaruhi belajar siswa (Nafi’ah, 2010).
Faktor-faktor diatas sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar.
Ketika dalam proses belajar peserta didik tidak memenuhi faktor tersebut dengan
baik, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai
oleh peserta didik. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil belajar yang telah direncanakan, seorang guru
harus memperhatikan faktor-faktor diatas agar hasil belajar yang dicapai
peserta didik bisa maksimal. Selain itu juga orang tua dan guru memberikan nasehat mengenai penggunaan Black Berry Messenger yang baik.
Orang tua pun tak boleh lepas dari tekhnologi yang
dapat mempengaruhi anak, baik dalam mempengaruhi ilmu pengetahuan bahkan
kemampuan/ keterampilan anak. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, menunjukkan bahwa
sebagian besar orang tua siswa sudah mengontrol dan memberikan nasehat mengenai
penggunaan Black Berry Messenger oleh
siswa. Sudah tumbuh kesadaran dari masing-masing orang tua untuk mengawasi
tekhnologi yang digunakan dalam menunjang proses belajar siswa. Hal ini
menunjukkan bahwa orang tua sadar betul pesatnya kemajuan tekhnologi informasi
memiliki dampak positif dan negatif bagi siswa. Guru sebagai pengajar dan pendidik memang tidak hanya harus
membina para murid segi kognitif dan psikomotoriknya demi peningkatan angka.
Akan tetapi, guru sangat dituntut agar apa yang ia kerjakan dipraktekkan oleh
para muridnya dalam kehidupan (Simanjuntak, 2011).
SIMPULAN
DAN SARAN
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti dapat menarik simpulan sebagai
berikut:
Terdapat pengaruh signifikan penggunaan Black Berry Messenger terhadap hasil
belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas X di SMK Negeri 1 Suboh
Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari nilai r
hitung lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu r hitung 0,433 > r tabel 0,361.
Berdasarkan
hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran sebagai
berikut:
1. Bagi
Guru
Dalam
upaya meningkatkan hasil belajar siswa maka guru diharapkan memanfaatkan
berbagai tekhnologi yang ada, seperti aplikasi Black Berry Messenger dalam membantu kegiatan belajar siswa
sehingga pembelajaran dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.
2. Bagi
Orang Tua
Orang
tua selaku pendidik pertama bagi anak dalam keluarga hendaknya selalu
memperhatikan anak-anaknya. Orang tua hendaknya mengontrol berbagai tekhnologi
yang dipergunakan anak untuk menunjang proses belajar dan memberikan nasehat
mengenai pemanfaatan tekhnologi yang baik serta cara menghadapi kemajuan
tekhnologi.
3. Bagi
siswa
Kemajuan
tekhnologi diharapkan membantu dan mempermudah siswa dalam proses belajar. Maka
dari itu siswa hendaknya bisa memanfaatkan tekhnologi yang ada dengan baik dan
tepat guna bukan malah menyalahgunakan untuk kepentingan negatif yang nantinya
berdampak pada menurunnya hasil belajar siswa di sekolah.
No comments:
Post a Comment