PengaruhKegiatan Ekstrakurikuler PramukaTerhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran
Biologi diSMA
Negeri 1 Besuki
Tahun Ajaran
2014/ 2015
Muhammad Tsumma(1),Drs. Waris, M.Kes(2),
Dwi
Nur Rikhma Sari, S.Si, M.Si(3)
123) Pendidikan Biologi. FP MIPA IKIP PGRI JEMBER
ABSTRACT:Extracurricular
activities are activities of students outside tutoring, extracurricular
activities can give effect to their interests, talents and potential of the
students. Extracurricular are much in demand by students that scouts, including
in SMA Negeri 1 Besuki. Ektrakurikuler conditions scout in SMA Negeri 1 Besuki
pretty good because a lot of students who take these activities even for class
X are required to follow. But many students are still less know the benefits
and purpose of the mandatory extracurricular scout. Based on the description of
the background of the problem, this study was formulated as follows: Is there
Scouting Against Effects of Extracurricular Activities Student Results Class X
By Subject Biology at SMA Negeri 1 Besuki school year of 2014/2015? This type
of research that is ex post facto correlational descriptive with quantitative
approach.Data collection techniques with the questionnaire method
(questionnaire) and documentation. Statistical calculations done using a simple
correlation with significant results seen from the value of r count larger than
r table at a significance level of 5% ie 0.658> 0.246. Based on the results
of research and discussion that has been done, it can be concluded that there
is influence of extracurricular activities scouts on learning outcomes of
students in the subjects of Biology class X SMA Negeri 1 Besuki school year
2014/2015.
Keywords: Extracurricular Scouts,
Learning Outcomes
PENDAHULUAN
Pendidikan
merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia, karena melalui
pendidikan akan terbentuk sumber daya manusia yang berkualitas.Tujuan
pendidikan adalah pengetahuan, sikap, dan ketentraman yang hendak dicapai
melalui pelaksanaan kurikulum.Tujuan pendidikan yang dilaksanakan sebelum
kemerdekaan tidak dirumuskan secara tegas. Namun secara tersirat memiliki tujuan yang relatife sama,
baik pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang, yaitu mendapatkan pegawai yang
murah dan terdidik dalam rangka memperkuat kedudukannya sebagai bangsa
penjajah.Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta beradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa,berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam proses pendidikan,belajar
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan dalam menuntut ilmu
di lembaga pendidikan. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.Kegiatan
ekstrakurikuler merupakan kegiatan siswa diluar kegiatan belajar mengajar,
kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan pengaruh terhadap minat,bakat dan potensi
yang dimiliki oleh siswa. Melalui kegiatan pramuka tambahan di lingkungan
sekolah, siswa dapat memenuhi kebutuhan yang diminatinya untuk memperoleh
pengetahuan dan pengalaman terhadap berbagai mata pelajaran yang pada suatu
saat nanti dapat bermanfaat bagi dirinya dalam kehidupan sehari – hari. Pada
kegiatan ekstrakurikuler pramuka dikembangkan pengalaman-pengalaman yang
bersifat nyata yang dapat membawa siswa pada kesadaran atas pribadi, sesama dan
lingkungan.
Kondisi ektrakurikuler
pramuka di SMA Negeri 1 Besuki cukup baik karena banyak siswa yang mengikuti
kegiatan tersebut bahkan untuk kelas X diwajibkan untuk mengikutinya. Kegiatan
ektrakurikuler pramuka memiliki hubungan yang erat terhadap hasil belajar yang menjadikan siswa di SMA Negeri 1
Besuki menjadi lebih aktif, disiplin dan mandiri. Hal ini didukung dengan hasil
Ujian Tengah Semester (UTS) ganjil siswa yang nilainya di atas rata-rata dengan
kisaran nilai antara 75-80.
Alasan
saya memilih ekstrakurikuler pramuka dibandingkan ekstrakurikuler lain
dikarenakan ekstrakurikuler pramuka merupakan satu-satunya ekstrakurikuler yang
wajib diikuti oleh siswa dan memiliki hubungan dengan mata pelajaran biologi,contohnya pada saat
perkemahan dan penjelajahan siswa dapat belajar secara langsung di alam
mengenai klasifikasi tumbuhan, komponen ekosistem,rantai makanan,jaring-jaring makanan,pengelolaan lingkungan
untuk mengatasi pencemaran
dan kerusakan lingkungan. Dengan belajar sambil bermain menjadikan siswa lebih
semangat dalam mengikuti pelajaran yang
ada.
Berdasarkan
Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2010 menegaskan bahwa Gerakan Pramuka adalah organisasi yang
menyelenggarakan pendidikan nonformal diluar sekolah dan diluar keluarga sebagai
wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan menerapkan Pendidikan
Kepramukaan sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan
Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka
memiliki hubungan erat dalam mencapai prestasi dan hasil belajar siswa, karena
siswa memiliki daya pikir yang lebih dewasa yang diperoleh dari kegiatan
tersebut. Selain itu prestasi belajar juga dapat diraih dengan adanya kegiatan
ekstrakurikuler yang dapat membuat orang lebih aktif, tanggung jawab dan dapat
berpikir dewasa dalam membangun dirinya sendiri yaitu kegiatan pramuka. Tetapi
masih ada anak yang tidak aktif dalam kegiatan ektrakurikuler pramuka dengan
alasan ektrakurikuler hanya membuang-buang waktu mereka dalam proses belajar.
Hal ini terjadi karena masih banyak anak yang tidak mengetahui manfaat yang
dapat diperoleh dari kegiatan ektrakurikuler, terutama ektrakurikuler pramuka.
Dengan demikian Mendikbud Muhammad Nuh menjadikan Kegiatan ektrakurikuler
pramuka menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa yang
dimaksudkan agar siswa dapat lebih tanggung jawab atas dirinya sebagai seorang
pelajar dan dapat meningkatkan prestasi belajar yang memuaskan dari kegiatan
yang dijalani dan menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Ferdiansyah, Johan
(2014), kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan kegiatan pendorong guna
mengembangkan bakat dan minat siswa dalam melakukan aktivitas dan inisiatif
belajar. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, faktor tersebut
timbul dari dalam dan luar diri siswa itu sendiri.
Dalam proses pembelajaran yang dilakukan, siswa
perlu untuk mengetahui sejauh mana pelajaran yang telah diraih dan dicapainya,
maka sebagai acuan dan pedoman bagi seorang pendidik untuk mengadakan evaluasi
dari segala hasil aktivitas siswa atau hasil belajar sebagai tindakan
kelanjutannya.
Brahim menyatakan dalam Ahmad(2012)
bahwa hasil belajar dapat diartikaan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam
mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang
diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.Jadi hasil
belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.
Menurut Waslimandalam
Ahmad Susanto (2012) hasil belajar yang dicapai oleh peserta
didik merupakan merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang
memengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal, sebagai berikut:
1. Faktor
internal: faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam
diri peserta didik, yang memengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal
meliputi: kucerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap,
kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
2. Faktor
eksternal: faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta
didik yang memengaruhi ahsil belajar, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
Berdasarkan uraian di
atas,peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh
Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Hasil Belajar Siswa
Kelas Xpada mata pelajaran Biologi semester ganjildi SMA Negeri 1 Besuki
Kabupaten
Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015”
METODE
PENELITIAN
Penelitianini dilaksanakan
pada bulan Mei 2015.Tempat Penelitiandilaksanakan di SMA Negeri 1 Besuki
Kabupaten Situbondo.Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling area untuk penetapan lokasi atas pertimbangan
sebagai berikut:
1. Ektrakurikuler
pramuka di sekolah yang dijadikan lokasi penelitian sangat aktif.
2. Pramuka
di sekolah yang dijadikan lokasi penelitian sudah pernah mengikuti Pelatihan
kepramukaan di tingkat cabang dan daerah.
3. Tenaga
pendidik sudah memiliki sertifikat kompetensi.
Populasi dalam
penelitian ini, yang menjadi subjek adalah siswa kelas X IPA
SMA Negeri 1 Besuki
Kabupaten Situbondo, Tahun Ajaran
2014/2015. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria
sebagai berikut:
1. Kelas
yang dijadikan sampel siswanya mengikuti ekstrakurikuler pramuka semua
2. Kelas
yang dijadikan sampel hasil belajar biologinya cukup baik
Sampel
dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 dan 2 SMA Negeri 1Besuki tahun
ajaran 2014/2015.
Teknik pengumpulan data
yang digunakan pada skripsi ini menggunakan metode angket dan dokumentasi.Angket
atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan dalam pribadinya, atau
hal – hal yang ia ketahui (Suharsini Arikunto,2006).Data
yang diperoleh dari penggunan angket diantaranya: alasan memilih ektrakurikuler
pramuka dibandingkan ektrakurikuler yang lain, manfaat yang diperoleh dari
mengikuti ektrakurikuler pramuka, pengaruh ektrakurikuler pramuka terhadap
hasil belajar siswa dll.Dokumentasi adalah instrumen pengumpulan data
untuk membantu peneliti dalam menjaring data yang bersumber dari dokumentasi.
(Sulthon,2012 ). Data yang akan saya peroleh dari dokumentasi berupa
hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) ) ganjil siswa kelas X IPA 1 dan 2 pada
mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1
Besuki tahun ajaran 2014/2015.
Data yang telah terkumpul
perlu dianalisis dalam rangka menguji kebenaran hipotesis dan juga untuk
mengambil kesimpulan hasil penelitian, data yang telah terkumpul dianalisis
secara kuantitatif ini mengunakan rumus-rumus
statistik tertentu untuk menguji hipotesis. Analisis data yang
penulis gunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik korelasi
sederhana.Analisis
korelasi sederhana digunakan untuk menyatakan
dalam bentuk persamaanmatematik, antara variabel bebas dan variabel terikat.
Dalam penelitian ini variabel bebas terdiri dari satu
prediktor yaitu ekstrakurikuler pramuka(X) yang berpengaruh terhadap
hasil belajar(Y),sehingga dalam penelitian ini menggunakan metode Koefisien
Sederhana( yaitu1 prediktor
).
Perhitungan Statistik yang digunakan sebagai berikut:
N∑XY –
(∑X) (∑Y)
r =
√{( N∑X2 – (∑X)2 )
( N∑Y2 – (∑Y)2 )}
Keterangan:
r= Koefisien Korelasi
N= Jumlah Responden
X= Variabel Bebas (ekstrakurikuler pramuka)
Y= Variabel Terikat (hasil
belajar)
Tabel 1. Interpretasi
Korelasi yang umum
digunakan
No.
|
Jara Interval
|
Kriteria
|
|
1
|
0,00 – 0,199
|
Korelasi rendah sekali
|
|
2
|
0,200 – 0,399
|
Korelasi rendah
|
|
3
|
0,400 – 0,599
|
Korelasi cukup/sedang
|
|
4
|
0,600 – 0,799
|
Korelasi tinggi
|
|
5
|
0,800 – 1,000
|
Korelasi tinggi sekali
|
Sumber: Sugiyono, 2006:184
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Berdasarkanpenelitian
yang telah dilakukan, diperoleh data mengenai variabel X dan variabel Y, yaitu kegiatan ekstrakurikuler pramukadanhasil
belajar siswa. Data penelitian
diperoleh melalui angket yang disebarkan secara langsung kepada responden. Dalam
penelitian ini variabel
X diperoleh melalui kuesioner angket yang berjumlah 15 butir soal yang
disebarkan pada 64responden
yang diambil darikelas X IPA 1 dan 2
di SMA Negeri 1 Besuki.Adapun pertanyaan-pertanyaan
angket tersebut terdiri dari tiga alternatif jawaban yang mempunyai bobot nilai
tersendiri, yaitu:
1.
Jawabanmendapat nilai 3 apabila jawaban
tersebut sesuai dengan yang dikehendaki peneliti.
2.
Jawaban mendapat nilai 2 apabila jawaban
tersebut kurang sesuai dengan yang dikehendaki peneliti.
3.
Jawabanmendapat nilai 1 apabila jawaban
tersebut tidak sesuai dengan yang dikehendaki peneliti.
Data tentang kegiatan ekstrakurikuler pramukadiperoleh dari angket yang
disebarkan secara langsung kepada 64
responden dengan jumlah pertanyaan 15
butir.Skor tertinggi 42 dan skor terendah 22.
Berdasarkan hasil angket setelah dirubah ke tabel distribusi
frekuensi yaitu sebagai berikut:
Tabel 2. Distribusi Frekuensi kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka
Rentang Skor
|
Frekuensi
|
21 – 25
|
2
|
26 – 30
|
22
|
31 – 35
|
27
|
36 – 40
|
11
|
41 – 45
|
1
|
Total
|
64
|
Data tentang
hasil belajar diperoleh dari nilai Ujian
Tengah Semester (UTS) Ganjil siswa kelas X IPA di SMA
Negeri 1 Besuki Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran
2014/2015.Skor tertinggi 77 dan skor terendah 65.Berdasarkan nilai UTS Ganjil siswa yang diberikan guru setelah dirubah ke
tabel distribusi frekuensi yaitu sebagai berikut:
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar
Rentang Skor
|
Frekuensi
|
65 – 69
|
1
|
70 – 74
|
29
|
75 – 79
|
34
|
Total
|
64
|
Hasil analisis data menggunakan Korelasi Sederhana, r (hitung) = 0,658 dengan
db = 64 diperoleh r (tabel) pada taraf 5 % = 0,246 maka
r.hit > r.tab (0,658> 0,246)
berarti signifikan. Maka dari itu ada pengaruh
kegiatan ektrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar siswa kelas X padamata
pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Besuki semester ganjiltahun ajaran
2014/2015.
Hasil penelitian
ini menunjukkan ada pengaruh kegiatan ektrakurikuler pramuka
teterhadap
hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas X di SMA
Negeri 1 Besuki Kabupaten Situbondo tahun ajaran
2014/2015 yang ditunjukkan dengan harga koefisien korelasi (r) sebesar 0,246
dan r hitung sebesar 0,658.
Tarafsignifikansi 5% dengan ketentuan
Nilair hitung lebih besar dari r
tabel pada taraf signifikansi 5% maka hipotesa yang diajukan (Ha) peneliti
diterima.
Kondisi ektrakurikuler
pramuka di SMA Negeri 1 Besuki cukup baik karena banyak siswa yang mengikuti
kegiatan tersebut bahkan untuk kelas X diwajibkan untuk mengikutinya. Kegiatan
ektrakurikuler pramuka memiliki hubungan yang erat terhadap hasil belajar yang menjadikan siswa di SMA Negeri 1
Besuki menjadi lebih aktif, disiplin dan mandiri. Hal ini didukung dengan hasil
Ujian Tengah Semester (UTS) siswa yang nilainya di atas rata-rata dengan
kisaran nilai antara 75-80.
Alasan
saya memilih ekstrakurikuler pramuka dibandingkan ekstrakurikuler lain
dikarenakan ekstrakurikuler pramuka merupakan satu-satunya ekstrakurikuler yang
wajib diikuti oleh siswa dan memiliki hubungan dengan mata pelajaran biologi,contohnya pada saat
perkemahan dan penjelajahan siswa dapat belajar secara langsung di alam
mengenai klasifikasi tumbuhan, komponen ekosistem,rantai makanan,jaring-jaring makanan,pengelolaan lingkungan
untuk mengatasi pencemaran
dan kerusakan lingkungan. Dengan belajar sambil bermain menjadikan siswa lebih
semangat dalam mengikuti pelajaran yang
ada.
Gerakan Pramuka adalah
organisasi yang menyelenggarakan pendidikan nonformal diluar sekolah dan diluar
keluarga sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan
menerapkan Pendidikan
Kepramukaan sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan
Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan (Berdasarkan
Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2010).Kegiatan pramuka merupakan kegiatan ekstra kurikuler
yang wajib diikuti oleh siswa yang dimaksudkan agar siswa dapat lebih tanggung
jawab atas dirinya sebagai seorang pelajar dan dapat meningkatkan prestasi
belajar yang memuaskan dari kegiatan yang dijalani dan menerapkannya dalam
kegiatan belajar mengajar.
Ekstrakurikuler pramuka
memiliki hubungan dengan mata pelajaran biologi,contohnya pada saat perkemahan
dan penjelajahan siswa dapat belajar secara langsung di alam mengenai klasifikasi
tumbuhan, komponen
ekosistem,rantai
makanan,jaring-jaring
makanan,pengelolaan
lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dengan belajar
sambil bermain menjadikan siswa lebih semangat dan lebih giat lagi dalam
mengikuti pelajaran yang ada.
Belajar biologi dalam
kegiatan Pramuka memberi manfaat yang besar yaitu:
1. Pembelajaran sangat menyenangkan karena disisipkan
dengan kegiatan kepramukaan.
2. Tidak memerlukan waktu khusus, dilaksanakan disaat
menunggu kegiatan yang lain, siswa
dapat bekerjasama dengan baik.
3. Efektif dan efisien maksudnya tidak membutuhkan waktu
tersendiri, dan tidak perlu banyak mengeluarkanbiaya.
4. Dilaksanakan dengan enjoy tanpa memberi tekanan pada
siswa. .
5. Pendidikan karakter dapat diterapkan dengan baik.
6.
Siswa mudah
menerima dan menelaah apa yang dilihat dan dihadapinya.
Dengan mengikuti ekstrakurikuler
pramuka hasil belajar siswa lebih baik karena ekstrakurikuler pramuka
mengajarkan siswa menjadi lebih aktif, tanggung jawab dan dapat berpikir dewasa
dalam membangun dirinya sendiri. Melalui kegiatan pramuka, siswa dapat memenuhi
kebutuhan yang diminatinya untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman terhadap
berbagai mata pelajaran yang pada suatu saat nanti dapat bermanfaat bagi dirinya
dalam kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu, ekstrakurikuler pramuka harus dimanfaatkan
para siswa sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan pilihan jenis kegiatan
ekstrakurikuler yang diikuti untuk mengembangkan bakat, minat dan kreatifitas
mereka masing-masing supaya dapat meraih hasil belajar
yang lebih baik untuk bekal menyongsong kehidupan yang akan datang.
Penelitian yang pernah dilakukan mengenai ekstrakueikuler
pramuka oleh Susilawati Siahaan (2010) yang berjudul Hubungan antar kegiatan
ekstrakurikuler pramuka dan disiplin belajar dengan peningkatan prestasi
belajar siswa kelas II semester ganjil SMPN 16 Bandar Lampung Tahun Pelajaran
2004/2005.Menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan
signifikanantaraKegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Dan Disiplin BelajarPada Siswa
Kelas II SMPN16Bandar LampungLabuhan Dalam Way Kanan Dengan Prestasi Belajar
Semester Ganjil Tahun Pelajaran2004/2005, diperolehkeeratan hubungan koefesien
korelasi (r) sebesar0,803.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan
hasil penelitian dan prmbahasan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai
berikut:Terdapat pengaruh signifikan antara kegiatan
ektrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Besuki
Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari nilai r
hitung lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu 0,658>0,246.
Berdasarkan
hasil penelitiandan kesimpulandi atas, maka penulis memberikan saran sebagai
berikut:
1.
Bagi Guru
Dalam
upaya meningkatkan hasil belajar siswa maka guru diharapkan mewajibkan kegiatan ektrakurikuler pramuka di SMA Negeri 1 Besuki tidak
hanya untuk kelas X saja tetapi kelas XI juga diwajibkan.
Sekolah hendaknya
memfasilitasi sarana dan prasarana ekstrakurikuler pramuka yang belum ada di Sekolah.
2.
Bagi Orang Tua
Orang
tua selaku pendidik pertama bagi anak dalam keluarga hendaknya selalu
memperhatikan anak-anaknya dan mendukung kegiatan
ektrakurikuler pramuka yang diikuti oleh anaknya.
3.
Bagi Siswa
Siswa hendaknya
mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka sebagai
kegiatan yang positif yang berada di
luar jam sekolah. Siswa yang masih bermalas – malasan untuk ikut
ektrakurikuler pramuka hendaknya lebih aktif lagi mengingat banyak manfaat yang
dapat diperoleh dari kegiatan tersebut.